Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang



Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang Sehingga News

Sakit Kepala Bagian Belakang? Ketahui Apa Penyebabnya • Hello Sehat

Sakit kepala di bagian belakang merupakan salah satu jenis sakit kepala yang bisa dialami oleh banyak orang. Ada berbagai kondisi kesehatan yang mungkin menjadi penyebab munculnya rasa sakit kepala bagian belakang. Rasa sakit akibat sakit kepala bagian belakang juga mungkin menyebabkan rasa sakit di bagian yang lain.

Rasa sakit kepala di bagian belakang, biasanya menunjukkan gejala yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, Anda harus memberi tahu dokter rasa sakit seperti apa yang Anda rasakan di bagian belakang agar dokter bisa membantu mendiagnosis apa penyebab dari rasa sakit itu. Kemudian, dokter baru bisa menentukan jenis pengobatan yang sesuai untuk mengatasi sakit kepala bagian belakang.

Seberapa umumkah sakit kepala bagian belakang?

Sakit kepala di bagian belakang ini adalah penyakit yang cukup umum dan bisa dialami oleh orang dari berbagai usia, jenis kelamin, hingga ras. Namun, salah satu jenis sakit kepala di bagian belakang, yaitu migrain, tiga kali lipat lebih sering dialami oleh perempuan dibanding laki-laki. Selain itu, orang dengan usia 35-45 tahun lebih rentan terhadap kondisi tersebut dibandingkan dengan kelompok usia lainnya.

Tanda atau gejala dari sakit kepala bagian belakang sangat beragam. Biasanya, gejala yang muncul dari sakit kepala di bagian belakang bisa berbeda, tergantung dari penyebabnya.

Jika rasa sakit di bagian belakang muncul akibat sakit kepala tegang maka dapat timbul gejala berupa:

  • Rasa sakit yang cukup mengganggu
  • Sensasi seperti kepala ditekan mulai dari bagian depan kepala hingga sisi-sisi dan belakang kepala
  • Kulit kepala, leher, dan otot bahu terasa lunak

Jika rasa sakit kepala di bagian belakang muncul akibat migrain, umumnya akan disertai gejala:

  • Rasa berdenyut-denyut yang cukup intens di bagian belakang kepala
  • Biasanya, kondisi ini akan disertai dengan mual dan muntah
  • Penglihatan sedikit terganggu
  • Anda akan semakin sensitif terhadap cahaya, bunyi, dan aroma tertentu
  • Otot menjadi lunak dan kulit menjadi lebih sensitif
  • Kondisi ini berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari
  • Rasa sakit yang Anda alami mungkin akan semakin buruk jika Anda melakukan aktivitas fisik yang cukup berat

Jika rasa sakit di bagian belakang muncul akibat sakit kepala cluster, maka gejala yang mungkin timbul seperti:

  • Tubuh tidak bisa diam dan terus bergerak
  • Mual
  • Mengeluarkan banyak air mata
  • Hidung mengeluarkan air
  • Garis mata seperti layu
  • Sensitivitas terhadap paparan cahaya dan suara meningkat

Jika sakit kepala di bagian belakang muncul akibat oksipital neuralgia, dapat timbul gejala sebagai berikut:

  • Kepala terasa berdenyut dan tidak berhenti
  • Kepala mengalami sensasi seperti terbakar
  • Rasa sakit yang Anda alami bisa muncul saat terjadi pergerakan leher
  • Kulit kepala terasa lunak dan Anda semakin sensitif terhadap paparan cahaya

Rasa sakit di bagian belakang kepala bisa disebabkan oleh beberapa kondisi kesehatan, termasuk:

1. Sakit kepala tegang (tension headache)

Sakit kepala tegang adalah salah satu kondisi yang paling umum yang dapat menyebabkan rasa sakit di kepala bagian belakang. Rasa sakit di bagian belakang ini bisa bertahan hingga tujuh hari lamanya, namun bisa juga berlangsung dalam waktu yang singkat. Misalnya, hanya bertahan selama 30 menit saja.

2. Migrain

Migrain juga kondisi yang cukup umum menyebabkan rasa sakit di kepala di bagian belakang. Bahkan, Anda mungkin sudah pernah mengalami penyebab rasa sakit kepala di bagian belakang ini saat masih kecil dan frekuensinya meningkat seiring dengan pertambahan usia.

Jenis sakit kepala yang menyebabkan rasa sakit di bagian belakang ini umumnya terasa di kepala bagian kiri dan merambat hingga bagian belakang kepala. Pada orang dewasa, rasa sakit ini bisa muncul beberapa kali dalam seminggu, khususnya pada wanita dalam usia 35-45 tahun.

3. Sakit kepala cluster

Sakit kepala cluster mungkin tergolong lebih jarang terjadi, namun bisa terasa amat menyakitkan. Sesuai dengan namanya, salah satu penyebab sakit kepala di bagian belakang ini terjadi setiap periode cluster. Artinya, jenis sakit kepala yang bisa menyebabkan rasa sakit di kepala bagian belakang ini muncul pada saat tertentu dan bisa terjadi berkali-kali dalam sehari.

Satu periode cluster bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Namun, saat tidak terjadi, Anda tidak akan merasakan sakitnya sama sekali. Kondisi ini bisa menyebabkan rasa sakit yang amat sangat di bagian belakang kepala atau di salah satu sisi kepala Anda. Kondisi ini mungkin akan terasa semakin parah saat Anda berbaring.

4. Oksipital neuralgia

Penyebab lain dari munculnya sakit kepala di bagian belakang adalah oksipital neuralgia. Oksipital neuralgia  adalah kondisi yang terjadi saat saraf yang menjalar dari bagian belakang leher, tulang belakang, hingga paha mengalami kerusakan atau iritasi.

Kondisi ini menyebabkan rasa sakit di leher yang lama-kelamaan menjalar hingga ke bagian belakang kepala dan belakang telinga. Rasa sakit yang mungkin muncul di kepala bagian belakang ini biasanya terasa sakit seperti tajam menusuk dan berdenyut-denyut.

5. Arthritis

Rasa sakit kepala bagian belakang juga bisa disebabkan oleh arthritis, yaitu kondisi yang disebabkan karena terjadi peradangan dan pembengkakan di area leher dan sekitarnya. Biasanya, rasa sakit ini menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kepala dan leher.

Saat mengalami rasa sakit di bagian belakang kepala akibat arthritis, pergerakan yang Anda lakukan mungkin memperparah sakit di bagian belakang kepala yang Anda rasakan. Rasa sakit ini bisa disebabkan oleh rheumatoid arthritis dan osteoarthritis.

6. Postur yang buruk

Jika Anda memiliki kebiasaan tertentu yang termasuk postur tubuh yang buruk, maka Anda mungkin akan mengalami rasa sakit di kepala bagian belakang dan juga leher. Pasalnya, postur tubuh yang kurang baik biasanya meningkatkan tekanan termasuk pada kepala di bagian belakang, pundak, dan leher.

Tekanan itulah yang mungkin menyebabkan rasa sakit kepala bagian belakang. Saat mengalami sakit kepala di bagian belakang, Anda mungkin merasakan rasa sakit dan berdenyut di tengkorak kepala Anda. Oleh karena itu, cobalah untuk mempraktikkan postur tubuh yang baik. 

7. Saraf terjepit

Adanya saraf yang terjepit di tulang belakang dapat menyebabkan rasa sakit dan tertekan di bagian leher. Hal ini bisa menyebabkan sakit kepala yang disebut servikogenik.

Biasanya rasa sakit ini berawal dari bagian belakang kepala. Lalu, mungkin rasa sakitnya akan menjalar hingga sakit di bagian belakang mata. Gejala lain yang mungkin Anda alami adalah rasa kurang nyaman di bagian bahu dan lengan bagian atas.

Rasa sakit yang Anda rasakan di bagian belakang kepala ini mungkin meningkat saat Anda berbaring. Anda juga mungkin akan terbangun karena rasa sakit di bagian belakang kepala yang Anda rasakan mengganggu tidur Anda. Bahkan, saat berbaring Anda mungkin juga akan merasakan adanya tekanan seperti beban berat yang menimpa bagian atas kepala Anda.

Sakit kepala di bagian belakang dapat dialami oleh siapa saja. Namun, faktor risiko yang dimiliki orang-orang tertentu mungkin meningkatkan potensi sekelompok orang tersebut mengalami kondisi ini.

1. Jenis kelamin

Pada dasarnya, semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mengalami sakit kepala di bagian belakang. Namun, wanita memiliki potensi yang lebih tinggi mengalami sakit kepala di bagian belakang akibat migrain. Sementara itu, pria lebih besar kemungkinan mengalami sakit kepala bagian belakang jika mengalami sakit kepala cluster.

2. Usia

Meski sakit kepala bagian belakang mungkin dialami oleh siapa saja dari berbagai usia, tetapi ada beberapa penyebab dari kondisi ini yang memiliki kecenderungan dialami oleh golongan usia tertentu.

Misalnya, migrain yang bisa menyebabkan sakit kepala di bagian belakang lebih rentan terjadi pada wanita di usia 35 hingga 45 tahun. Sementara, orang dengan kelas usia 20 hingga 50 tahun lebih rentan mengalami sakit kepala cluster.

3. Genetik

Faktor genetik juga bisa menjadi salah satu faktor risiko dari beberapa penyebab sakit kepala ini. Misalnya, jika salah satu atau kedua orangtua Anda menderita migrain, Anda memiliki potensi lebih tinggi dibanding orang yang tidak memiliki riwayat keluarga penderita migrain.

Begitu pula dengan salah satu penyebab sakit kepala di bagian belakang, yaitu osteoarthritis. Kondisi yang bisa menyebabkan sakit kepala di bagian belakang ini akan lebih rentan dialami orang yang memiliki riwayat keluarga penderita penyakit tersebut.

4. Kondisi medis tertentu

Faktor risiko lain yang bisa menyebabkan sakit kepala di bagian belakang adalah kondisi kesehatan tertentu. Misalnya, orang yang depresi dan sering merasa cemas memiliki potensi yang lebih besar mengalami sakit kepala tegang dan migrain.

Kedua jenis sakit kepala tersebut dapat menimbulkan rasa sakit di bagian belakang kepala. Sementara, orang yang pernah mengalami cedera di kepala atau menjalani operasi di bagian kepala memiliki kemungkinan untuk mengalami sakit kepala cluster.

5. Gaya hidup

Anda juga harus memperhatikan gaya hidup yang Anda pilih dan jalani. Sebab, gaya hidup tertentu meningkatkan faktor risiko Anda mengalami sakit kepala yang terasa sakit di bagian belakang. Contoh, Anda yang terbiasa merokok lebih rentan terhadap sakit kepala cluster dan sakit kepala tegang.

Sedangkan, orang yang terlalu memforsir dirinya hingga sering merasa terlalu lelah, lebih besar kemungkinan mengalami sakit kepala tegang dan migrain. Seperti yang Anda telah ketahui, kedua jenis sakit kepala tersebut bisa menyebabkan rasa sakit di kepala bagian belakang. Kebiasaan mengonsumsi alkohol juga diduga meningkatkan potensi Anda mengalami migrain.

Oleh sebab itu, praktikkan gaya hidup sehat dan kurangi kebiasaan-kebiasaan yang meningkatkan potensi Anda mengalami sakit kepala di bagian belakang.

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk mengatasi penyakit sakit kepala bagian belakang?

Anda bisa mengatasi sakit kepala di bagian belakang dengan menggunakan obat-obatan. Biasanya, obat yang digunakan untuk mengatasi sakit kepala di bagian belakang bisa disesuaikan dengan penyebab rasa sakit ini muncul. Berikut adalah beberapa pilihan obat-obatan yang bisa Anda gunakan jika hendak mengatasi sakit kepala di bagian belakang.

1. Obat untuk mengatasi sakit kepala tegang (tension headache)

Sakit kepala bagian belakang yang disebabkan tension headache dapat diatasi dengan menggunakan obat-obatan pereda sakit kepala. Misalnya, aspirin dan acetaminophen.

Namun, jika Anda mengalami sakit kepala kronis, dokter akan meresepkan obat lain yang bisa Anda gunakan. Ada pula obat-obatan yang bisa digunakan untuk mencegah munculnya sakit kepala di bagian belakang. Contohnya, obat antidepresan, obat yang dapat membantu otot lebih rileks hingga obat yang bisa mengurangi munculnya rasa sakit di kemudian hari.

2. Obat anti migraine

Sakit kepala migrain adalah salah satu tipe sakit kepala yang mungkin menjadi penyebab timbulnya sakit kepala di bagian belakang. Untuk mengatasi sakit kepala migrain, Anda bisa menggunakan obat-obatan yang disesuaikan dengan tingkat keparahannya.

Misalnya, Anda bisa meredakan rasa sakit kepala di bagian belakang menggunakan obat-obatan pereda nyeri seperti aspirin, acetaminophen dan ibuprofen. Bahkan, ada pula obat yang mengandung kafein di dalamnya.

Namun, jika kondisi migrain sudah tergolong cukup serius, Anda bisa menggunakan obat-obatan lain yang diresepkan oleh dokter seperti obat-obatan triptan. Obat ini bisa tersedia dalam bentuk pil dan juga obat semprot hidung.

Obat pereda sakit kepala di bagian belakang ini dapat meredakan berbagai gejala migrain yang mungkin mengganggu. Tetapi, penggunaan obat ini hanya boleh jika dokter telah meresepkannya, karena obat ini mungkin berpotensi menyebabkan stroke dan serangan jantung pada orang tertentu.

Ada pula obat migrain yang tersedia dalam obat semprot hidung atau obat injeksi, yaitu dihydroergotamine. Obat ini paling efektif jika digunakan tepat saat migrain baru saja terasa. Anda juga bisa menggunakan obat ini jika sakit kepala migrain mulai menyerang kepala bagian belakang. Pasalnya, efek dari penggunaan obat ini bisa bertahan hingga lebih dari 24 jam.

Hanya saja, obat ini mungkin dapat memberikan efek samping yang kurang baik seperti kondisi migrain yang justru semakin parah dan disertai dengan gejala lain seperti mual dan muntah. Obat ini tidak disarankan untuk digunakan oleh penderita arteri koroner, tekanan darah tinggi, atau masalah liver dan ginjal.

Tidak hanya itu, ada pula obat tablet lain seperti lasmiditan yang bisa digunakan untuk mengatasi migrain dengan atau tanpa aura. Obat yang dapat digunakan untuk mengatasi sakit kepala di bagian belakang ini dapat mengurangi rasa mual dan sakit serta sensitivitas terhadap cahaya dan suara pada penderita migrain.

Lalu, obat-obatan seperti obat opioid juga bisa digunakan untuk mengatasi migrain, khususnya yang mengandung codeine. Karena obat ini bersifat adiktif, obat ini hanya boleh digunakan jika obat-obatan lain tidak mempan untuk mengatasi masalah migrain yang Anda alami.

3. Obat untuk mengatasi cluster headache 

Pengobatan untuk mengatasi sakit kepala bagian belakang karena cluster headache biasanya digunakan untuk memperpendek periode sakit kepala muncul, mengurangi tingkat keparahan dan mencegah timbulnya serangan sakit kepala di kemudian hari.

Biasanya, obat yang digunakan untuk mengatasi sakit kepala cluster yang sudah akut adalah obat-obatan triptan yang juga bisa digunakan untuk mengatasi migrain. Selain itu, obat octreotide juga bisa digunakan. Obat ini adalah obat injeksi yang mengandung hormon somatostatin buatan.

Sementara, obat yang digunakan untuk mencegah adalah obat seperti kortikosteroid, calcium channel blockers, melatonin, dan nerve blockers. Jika sudah mencapai pada titik yang tergolong amat parah, penderita cluster headache mungkin membutuhkan operasi.

4. Obat untuk oksipital neuralgia

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi kondisi yang bisa menimbulkan rasa sakit di bagian belakang kepala ini biasanya adalah penggunaan obat-obatan non-steroidal anti-inflammatory drugs atau NSAID. Selain itu, ada juga terapi fisik, pijat, dan obat relaksasi otot yang bisa Anda pilih untuk membantu meredakan rasa sakit di bagian belakang kepala.

Pada kasus yang sudah cukup parah, dokter mungkin memberikan anestesi lokal di area oksipital untuk memberikan pengobatan langsung.

5. Obat untuk mengatasi sakit kepala akibat kebiasaan postur yang buruk

Sakit kepala yang terjadi akibat postur tubuh yang buruk bisa diobati dengan acetaminophen. Untuk pengobatan jangka panjang, Anda bisa mengatasi atau mencegah timbulnya sakit kepala dengan membiasakan diri melakukan postur tubuh yang baik.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis penyakit sakit kepala bagian belakang?

Untuk mengetahui penyebab dari rasa sakit kepala di bagian belakang, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan.

1. Konsultasi dengan dokter

Umumnya, dokter sudah langsung mengetahui kondisi kesehatan Anda dari gejala yang Anda rasakan. Apalagi, kondisi kesehatan yang menjadi penyebab dari rasa sakit di bagian belakang ini memiliki gejala yang berbeda-beda. Sehingga, dokter lebih mudah mendiagnosis apa yang menjadi penyebab sakit kepala di bagian belakang yang Anda rasakan.

2. Pemeriksaan saraf (neurological examination)

Jika dokter masih belum yakin dengan kondisi Anda, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan saraf untuk meyakinkan diagnosis terhadap kondisi sakit kepala di bagian belakang ini. Dengan melakukan pemeriksaan saraf, dokter akan lebih mudah mendeteksi sinyal dari gangguan saraf yang Anda mungkin alami.

Biasanya, pemeriksaan ini meliputi penilaian terhadap fungsi otak, tes terhadap indera, reflek, dan saraf-saraf Anda.

3. CT-scan dan MRI

Cara lain yang mungkin akan dokter lakukan adalah melakukan Computerized tomography (CT) scan atau Magnetic resonance imaging (MRI). Jika CT scan adalah sekumpulan X-ray untuk menghasilkan gambar cross-sectional dari otak Anda, MRI menggunakan kekuatan magnet dan gelombang radio untuk menghasilkan gambar detil dari otak dan pembuluh darah Anda.  

Kedua tes tersebut digunakan untuk memastikan apakah Anda mengalami masalah lain pada otak Anda yang menyebabkan rasa sakit, seperti anumerisma atau tumor otak.

Selain penggunaan obat-obatan, Anda juga bisa melakukan beberapa cara lain di rumah secara mandiri untuk mengatasi rasa sakit di kepala bagian belakang ini.

1. Pijat

Jika Anda merasa kurang pandai dalam pijat-memijat, Anda bisa meminta anggota keluarga yang lebih ahli melakukannya. Namun, jika tidak ada, Anda juga boleh memanggil tukang pijat yang sudah lebih profesional dan lebih mumpuni dalam memijat bagian tubuh termasuk bagian belakang kepala Anda demi mengatasi rasa sakit.

2. Tidur yang cukup

Tidur yang cukup. Kurang tidur bisa menjadi salah satu penyebab sakit kepala di bagian belakang. Oleh karena itu, istirahat yang cukup mungkin dapat mengurangi rasa sakit yang Anda alami. Tidurlah tepat waktu dan kurangi begadang.

3. Kurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol

Kurangi kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Kebiasaan merokok bahkan dapat meningkatkan faktor risiko Anda mengalami sakit kepala tegang dan sakit kepala cluster. Kedua jenis sakit kepala ini bisa menjadi penyebab sakit kepala di bagian belakang.

4. Hindari pemicu stres

Hindari kegiatan yang berpotensi meningkatkan stres. Anda juga bisa melakukan perencanaan terhadap kegiatan Anda ke depan agar memiliki ruang dan waktu untuk lebih santai dan menikmati hari. Jika Anda sudah mulai merasa lelah, cobalah untuk beristirahat. Terlalu memforsir diri juga tidak baik untuk kesehatan.

Selain itu, demi mengurangi rasa sakit kepala di bagian belakang, Anda juga bisa melakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Kompres dengan air panas atau dingin otot-otot yang terasa nyeri untuk mengurangi rasa sakit kepala di bagian belakang.
  • Praktikkan postur tubuh yang baik. Misalnya, jangan duduk terlalu membungkuk, apalagi jika Anda harus duduk dalam waktu yang cukup lama. Berdiri dan duduklah dengan tegap. Rasa sakit di kepala bagian belakang dapat disebabkan postur tubuh yang buruk.
  • Perbanyak konsumsi air mineral. Umumnya, jika Anda bisa menjaga tubuh agar tetap terus terhidrasi, Anda mungkin akan merasa lebih baik.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

WHO | How common are headaches?. Retrieved 14 October 2019, from https://www.who.int/features/qa/25/en/

Headache Causes. Retrieved 14 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/headache/basics/causes/sym-20050800

Migraine - Diagnosis and treatment - Mayo Clinic. Retrieved 14 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/migraine-headache/diagnosis-treatment/drc-20360207

Cluster headache - Diagnosis and treatment - Mayo Clinic. Retrieved 14 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cluster-headache/diagnosis-treatment/drc-20352084

Tension headache - Diagnosis and treatment - Mayo Clinic. Retrieved 14 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tension-headache/diagnosis-treatment/drc-20353982

Aitken, C. Pain in the back of the head: 5 causes with treatment. Retrieved 14 October 2019, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/321017.php#target

Brazier, Y. (2019). Aspirin: Health benefits, uses, and risks. Retrieved 14 October 2019, from https://www.medicalnewstoday.com/articles/161255.php

Gotter, A. (2017). Pain in Back of Head: Causes, Treatment, and More. Retrieved 14 October 2019, from https://www.healthline.com/health/pain-in-back-of-head#causes

Macon, B., & Reed-Guy, L. Arthritis: Causes, Signs, and Diagnosis. Retrieved 14 October 2019, from https://www.healthline.com/health/arthritis

Risk Factors for Headache | Winchester Hospital. Retrieved 14 October 2019, from https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=19555#target

Risk Factors - Coriell Personalized Medicine Collaborative. Retrieved 14 October 2019, from https://cpmc.coriell.org/about-the-cpmc-study/health-conditions-and-drug-response/migraine-headache/risk-factors-migraine-headache

Gallery Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang

Sakit Kepala Saat Hamil Ini Penyebab Cara Mengatasinya

Mengenali Penyebab Dan Ciri Sakit Kepala Mencengkram Bagian

Kenali Jenis Sakit Kepala Penyebab Gejala Dan Cara

Apa Saja Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang Infoahlisehat

Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang Sebelah Kanan

Sakit Kepala Di Belakang Telinga Minggat Dengan Cara

Penjelasan Dokter Tentang Benjolan Di Kepala Bayi

Sering Mengalami Sakit Kepala Bagian Belakang Lolas Blog

6 Titik Ajaib Di Tubuh Untuk Hilangkan Sakit Kepala Tanpa Obat

Mari Kenali 6 Tipe Sakit Kepala Dan Penyebabnya Halaman All

Sering Sakit Kepala Bagian Belakang Dan Mimisan Lolas Blog

4 Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang Menurut Dr Alvin

Lima Penyebab Paling Umum Dari Rasa Sakit Di Bagian Belakang

10 Cara Menghilangkan Sakit Kepala Secara Alami Tradisional

Kerap Sakit Kepala Belakang Awas Bisa Jadi Itu Gejala

Sakit Kepala Sebelah Kiri Penyebab Gejala Pengobatan

Penyebab Benjolan Di Belakang Kepala Dan Kapan Harus Waspada

7 Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang Jangan Disepelekan

Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang Yang

Jangan Anggap Sepele Ini 7 Faktor Penyebab Sakit Kepala

5 Cara Sembuhkan Sakit Kepala Tanpa Obat Merdeka Com

Sakit Kepala Cluster Gejala Penyebab Dan Mengobati

Jangan Anggap Sepele Kenali Penyebab Sakit Kepala Bagian

Sakit Kepala Bagian Belakang Youtube


Belum ada Komentar untuk "Penyebab Sakit Kepala Bagian Belakang"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel