Ciri Ciri Kanker Usus Besar



Tumbuhan Obat Untuk Penyakit Kanker Usus Pengobatan

Kanker Usus Besar: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

DokterSehat.Com – Kanker usus besar adalah tumbuhnya sel kanker yang ganas di dalam permukaan usus besar atau rektum. Kebanyakan kanker usus besar berawal dari pertumbuhan sel yang jinak atau adenoma, yang dalam stadium awal membentuk polip (sel yang tumbuh sangat cepat).

– Iklan –

Adenoma dapat diangkat dengan mudah pada stadium awal. Hanya saja pada stadium awal ini, seringkali adenoma tidak menimbulkan gejala kanker usus, sehingga tidak terdeteksi dalam waktu yang relatif lama. Padahal, adenoma yang awalnya tak menimbulkan keluhan, pada suatu saat bisa berkembang menjadi kanker yang menggerogoti semua bagian usus besar.

Penyebab Kanker Usus Besar

Apa yang menyebabkan kanker usus besar belum diketahui secara pasti. Tetapi, kanker usus dimulai ketika sel-sel sehat dalam usus besar mengalami perubahan (mutasi) dalam DNA. DNA sel berisi serangkaian instruksi yang memberi tahu sel untuk bekerja.

Sel-sel yang sehat akan tumbuh dan membelah untuk menjaga tubuh berfungsi normal. Ketika DNA sel rusak dan menjadi kanker, sel-sel membelah dan saat sel-sel yang baru tidak diperlukan, sehingga menumpuk dan membentuk tumor.

Sel-sel kanker yang tumbuh menyerang dan menghancurkan jaringan normal di sekitarnya. Sel kanker dapat menjalar ke bagian tubuh lainnya untuk membentuk endapan (metastasis).

Faktor Risiko Kanker Usus Besar

Berikut berbagai hal yang dapat meningkatkan risiko kanker usus besar termasuk:

1. Usia

Kanker usus besar dapat diderita pada usia berapa pun, tetapi kebanyakan penderitanya berusia lebih dari 50 tahun.

Tingkat kanker usus besar pada orang yang lebih muda atau di bawah usia 50 tahun juga telah meningkat, tetapi dokter belum mengetahui secara pasti penyebab kanker usus besar.

2. Riwayat Kanker Kolorektal atau Polip

Jika Anda sudah pernah menderita kanker usus besar atau polip usus non-kanker, mungkin Anda memiliki risiko lebih besar terkena kanker ini di kemudian hari.

3. Kondisi Usus yang Mengalami Peradangan 

Mengalami penyakit radang usus kronis, di antaranya kolitis ulseratif dan penyakit Crohn, dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

4. Inherited Syndromes

Beberapa mutasi gen yang diwariskan dari generasi ke generasi dalam satu keluarga dapat meningkatkan risiko penyebab kanker usus besar secara signifikan. Tetapi, hanya sebagian kecil kanker ini yang dikaitkan dengan gen keturunan.

Inherited syndromes yang paling sering meningkatkan risiko kanker usus besar adalah familial adenomatous polyposis (FAP) dan sindrom Lynch, yang juga dikenal sebagai herediter nonpolyposis colorectal cancer (HNPCC).

5. Riwayat Keluarga

Anda akan lebih mungkin mengalami kanker usus besar jika memiliki kerabat yang menderita penyakit darah. Jika satu atau lebih dari anggota keluarga menderita kanker usus besar atau kanker anus, risikonya lebih besar.

6. Ras Afrika-Amerika

Etnis Afrika-Amerika memiliki risiko lebih tinggi mengalami kanker usus besar daripada orang-orang dari ras lainnya, seperti orang Kaukasia, Asia, atau Latin. Tetapi alasannya belum diketahui secara pasti.

7. Diet Rendah Serat dan Tinggi Lemak

Kanker usus besar dan kanker anus dapat dikaitkan dengan diet rendah serat, tinggi lemak dan kalori.

Sementara penelitian menunjukan hasil yang beragam. Beberapa studi telah menemukan bahwa orang yang makan daging merah dan daging olahan berlebih telah meningkatkan risiko penyebab kanker usus besar.

8. Tidak Aktif

Orang yang jarang bergerak atau tidak aktif lebih mungkin mengalami kanker usus besar. Jadi, aktif secara fisik dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

9. Diabetes

Mereka yang menderita diabetes atau resistensi insulin juga memiliki peningkatan risiko kanker usus besar.

10. Obesitas

Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas memiliki peningkatan risiko kanker usus besar dan bahkan berisiko kematian, dibandingkan dengan orang yang dianggap memiliki berat badan normal.

11. Merokok dan Alkohol

Orang yang sering merokok kemungkinan meningkatkan risiko penyebab kanker usus besar. Penggunaan alkohol secara berlebihan juga meningkatkan risiko penyakit berbahaya ini.

12. Terapi Radiasi untuk Kanker

Bahkan, terapi radiasi pada perut untuk mengobati kanker yang dilakukan sebelumnya juga dapat meningkatkan risiko kanker usus besar.

Gejala Kanker Usus Besar

Kanker ini mungkin tidak menimbulkan gejala, terutama pada tahap awal kanker. Tetapi, bila mengalami gejala kanker usus besar stadium awal, gejalanya mungkin termasuk berikut ini:

  1. Diare
  2. Sembelit
  3. Perubahan warna tinja
  4. Perubahan bentuk tinja
  5. BAB berdarah
  6. Perdarahan dari dubur
  7. Gas yang berlebihan
  8. Kram perut
  9. Sakit perut

Bila mengalami salah satu dari gejala usus besar di atas, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan untuk skrining kanker usus besar.

Sementara gejala kanker usus besar lebih tampak pada stadium akhir (stadium 3 dan 4). Selain berbagai gejala di atas, Anda mungkin juga mengalami ciri-ciri kanker usus berikut:

  1. Kelelahan yang berlebihan
  2. Merasa lemah tanpa sebab
  3. Penurunan berat badan
  4. Perubahan tinja (bentuk dan warna) yang berlangsung lebih dari sebulan
  5. Usus terasa tidak kosong sepenuhnya
  6. Muntah

Jika kanker usus besar menjalar ke bagian tubuh lainnya, mungkin Anda juga akan mengalami ciri-ciri kanker usus besar berikut ini:

  1. Penyakit kuning atau jaundice, ditandai dengan mata dan kulit kuning
  2. Bengkak di tangan atau kaki
  3. Kesulitan bernapas
  4. Sakit kepala kronis
  5. Penglihatan kabur
  6. Patah tulang

Baca juga: 6 Tanda Kanker Usus Besar yang Sering Disepelekan

Diagnosis Kanker Usus Besar

Diagnosis secara dini memberikan peluang untuk menyembuhkan penyakit ini. Biasanya dokter akan memulai dengan mencari informasi tentang riwayat medis dan keluarga Anda. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik, seperti menekan perut atau melakukan pemeriksaan dubur Anda untuk menentukan adanya benjolan atau polip.

Berikut beberapa tes yang mungkin dilakukan untuk mendiagnosis kanker usus besar:

1. Tes darah

Dokter akan melakukan beberapa tes darah untuk menentukan konsep yang lebih baik tentang apa yang menyebabkan gejala kanker usus besar. Sebenarnya tidak ada tes darah yang secara khusus memeriksa kanker kolorektal, tetapi tes fungsi hati dan tes hitung darah lengkap dapat menyingkirkan penyakit dan gangguan lainnya.

2. Kolonoskopi

Adalah penggunaan selang panjang yang disematkan kamera kecil. Prosedur ini memungkinkan dokter dapat melihat bagian dalam usus besar dan dubur untuk memeriksa sesuatu yang abnormal.

Selama kolonoskopi, dokter juga dapat mengangkat jaringan dari area abnormal. Sampel jaringan kemudian dianalisis di laboratorium.

3. Sinar-X

Dokter mungkin menganjurkan prosedur X-ray menggunakan solusi kontras radioaktif yang mengandung barium elemen logam. Dokter memasukkan cairan ke dalam usus melalui anus, kemudian larutan barium melapisi lapisan usus besar. Cara ini dapat membantu meningkatkan kualitas gambar X-ray.

4. CT scan

Tes ini dapat memberi gambaran secara terperinci dari usus besar Anda. Ketika digunakan untuk mendiagnosis kanker kolorektal, nama lain untuk CT scan adalah kolonoskopi virtual.

5. Positron Emission Tomography (PET)

Tes pencitraan yang menggunakan pewarna khusus memiliki pelacak radioaktif. Tes ini memudahkan dokter mendeteksi sel kanker yang telah menyebar di luar usus besar.

7. Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Tes pencitraan yang menggunakan medan magnet dan energi gelombang radio untuk membuat gambar organ dan struktur di dalam tubuh.

Tes ini dapat membantu menentukan apakah tumor telah menjalar melalui dinding rektum dan menyerang struktur di sekitarnya.

8. Ultrasonografi Perut

Adalah prosedur di mana transduser (alat untuk mengubah bentuk energi) dipindahkan di sepanjang kulit di atas perut. Tes ini dapat mencari tumor yang mungkin telah menjalar ke hati, kantong empedu, pankreas atau bagian lainnya di perut.

Stadium Kanker Usus Besar

Stadium kanker dapat menunjukkan seberapa jauh kanker telah menyebar dan perkembangan ukuran tumor. Pada kanker usus besar, stadium kanker berkembang sebagai berikut:

Tahap ini juga dikenal sebagai karsinoma in situ. Kanker usus besar berada pada tahap yang sangat awal. Kanker belum tumbuh lebih jauh pada lapisan dalam usus besar dan biasanya mudah diobati.

Kanker usus besar telah tumbuh ke lapisan jaringan berikutnya tetapi belum menjalar ke kelenjar getah bening atau organ lainnya.

Kanker telah menyerang lapisan luar usus besar, tetapi belum menjalar ke luar usus besar.

Kanker telah tumbuh pada lapisan luar usus besar, dan telah menyerang satu hingga tiga kelenjar getah bening. Tetapi, belum menyebar ke bagian tubuh lainnya yang lebih jauh.

Kanker usus besar telah mencapai jaringan lain di luar dinding usus besar. Ketika stadium 4 berlangsung, kanker usus besar mencapai bagian tubuh lainnya yang jauh.

Pengobatan Kanker Usus Besar

Perawatan untuk kanker usus besar tergantung pada berbagai faktor. Kondisi kesehatan secara keseluruhan dan stadium kanker usus besar Anda akan membantu dokter membuat rencana perawatan yang tepat.

Kanker usus besar stadium 0 belum tumbuh di luar lapisan dalam usus besar, oleh karena itu pembedahan untuk mengangkat kanker biasanya menjadi satu-satunya pengobatan yang diperlukan.

Kebanyakan kasus kanker dapat dilakukan dengan mengangkat polip atau mengambil daerah dengan kanker melalui kolonoskopi. Pengangkatan sebagian dari usus besar (colectomy parsial) mungkin diperlukan jika tumor terlalu besar.

Kanker usus besar stadium 1 tumbuh lebih dalam ke lapisan dinding usus besar, tetapi belum menyebar di luar dinding usus besar atau ke kelenjar getah bening.

Stadium I termasuk kanker yang merupakan bagian dari polip. Jika polip diangkat melalui kolonoskopi, tanpa sel kanker di tepi (margin) potongan yang dihilangkan, tidak ada perawatan lain.

Jika kanker pada polip tingkat tinggi, atau ada sel kanker di tepi polip, mungkin dianjurkan untuk operasi lebih lanjut. Anda mungkin juga disarankan operasi selanjutnya jika polip tidak dapat diangkat sepenuhnya, sehingga sulit untuk melihat apakah sel-sel kanker berada di tepinya.

Sementara untuk kanker yang tidak dalam polip, operasi colectomy parsial untuk menghilangkan bagian usus besar yang terserang kanker dan kelenjar getah bening di sekitarnya, merupakan pengobatan standar. Anda juga biasanya tidak memerlukan perawatan lagi.

Kebanyakan kanker usus besar stadium 2 telah tumbuh di dinding usus besar, dan mungkin ke jaringan di sekitarnya, tetapi kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening.

Pembedahan untuk mengangkat bagian usus besar yang terkena kanker (colectomy parsial) bersama dengan kelenjar getah bening terdekat kemungkinan adalah satu-satunya pengobatan yang diperlukan.

Tetapi dokter dapat menganjurkan kemoterapi ajuvan (kemo setelah operasi) jika kanker berisiko lebih tinggi kambuh karena faktor-faktor tertentu, seperti berikut ini:

  1. Kanker tampak sangat abnormal (tingkat tinggi) bila dilihat menggunakan mikroskop.
  2. Kanker tumbuh menjadi pembuluh darah atau getah bening di sekitarnya.
  3. Dokter bedah tidak mengangkat setidaknya 12 kelenjar getah bening.
  4. Kanker ditemukan di atau dekat tepi dari jaringan yang diangkat, yang berarti beberapa kanker mungkin telah tertinggal.
  5. Kanker telah menghalangi usus besar.

Kanker pada stadium ini menyebabkan perforasi (lubang) di dinding usus besar.

Tidak semua dokter menyarankan kemo harus dilakukan untuk kanker usus besar stadium II. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter tentang kemoterapi, termasuk seberapa besar kemungkinannya mengurangi risiko kekambuhan dan apa efek sampingnya.

Jika kemo digunakan, pilihan utama untuk obat-obatan, di antaranya 5-Fluorouracil  (5-FU) dan leucovorin, oxaliplatin, atau capecitabine, tetapi kombinasi lainnya juga dapat digunakan.

Kanker usus besar stadium 3 telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, tetapi mereka belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Pembedahan untuk mengangkat bagian usus besar dengan kanker (colectomy parsial) bersama dengan kelenjar getah bening di dekatnya, diikuti kemoterapi ajuvan sebagai pengobatan standar untuk stadium 3 kanker usus besar.

Kemoterapi, baik rejimen FOLFOX (5-FU, leucovorin, dan oxaliplatin) atau CapeOx (capecitabine dan oxaliplatin) paling sering digunakan, tetapi beberapa pasien mungkin mendapatkan 5-FU dengan leucovorin atau capecitabine saja berdasarkan usia dan kebutuhan kesehatannya.

Sementara terapi radiasi dan kemo dapat menjadi pilihan bagi orang yang tidak cukup sehat untuk menjalani operasi.

Stadium IV kanker usus besar telah menyebar dari usus besar ke organ dan jaringan yang jauh. Kanker usus besar paling sering menjalar ke hati, tetapi bisa juga menyebar ke tempat lain seperti paru-paru, otak, peritoneum (selaput rongga perut), atau ke kelenjar getah bening yang jauh.

Kebanyakan kasus, pembedahan tidak mungkin menyembuhkan kanker usus besar. Tetapi jika penyebaran kanker (metastasis) hanya terdapat sedikit di beberapa area, di hati atau paru-paru dan kanker dapat diangkat bersama dengan kanker usus besar, dan operasi dapat membantu memperpanjang masa hidup Anda.

Oleh karena itu harus menjalani operasi untuk mengangkat bagian usus besar yang terserang  kanker bersama dengan kelenjar getah bening di sekitarnya, ditambah operasi untuk menghilangkan area penyebaran kanker.

Kemoterapi biasanya juga diberikan, sebelum atau setelah operasi. Dalam beberapa kasus, infus arteri hepatika dapat digunakan jika kanker menyebar ke hati.

Jika kanker tidak dapat dihilangkan karena terlalu besar atau terlalu banyak, kemo dapat diberikan sebelum operasi (kemoterapi neoadjuvant). Kemudian, jika ukuran tumor menyusut, operasi untuk mengangkatnya bisa dilakukan. Kemo kemudian akan diberikan lagi setelah operasi. Sementara untuk tumor di hati, pilihan lain mungkin menghancurkannya dengan ablasi atau embolisasi.

Jika kanker usus besar telah menyebar terlalu banyak, penyembuhan utama adalah dengan pembedahan dan kemo. Pembedahan mungkin masih diperlukan jika kanker menghalangi usus besar.

Terkadang, operasi seperti itu dapat dihindari dengan memasukkan stent (logam berongga atau selang plastik) ke dalam usus besar selama kolonoskopi agar tetap terbuka. Jika tidak, operasi seperti kolektomi atau pengalihan kolostomi (memotong usus besar di atas tingkat kanker dan menempelkan ujungnya ke lubang di kulit pada perut untuk memudahkan limbah keluar) dapat digunakan.

Jika Anda memiliki kanker stadium 4 dan dokter menyarankan operasi, sangat penting untuk memahami tujuan operasi, baik untuk mencoba menyembuhkan kanker, mencegah atau menghilangkan gejala atau ciri-ciri kanker usus besar.

Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Mencegah jauh lebih baik ketimbang mengobati. Hal itu juga berlaku pada kanker usus besar. Agar tak sampai terjamah penyakit mematikan ini, lakukan upaya pencegahan.

Berikut tips pencegahan dari dokter Adil S Pasaribu SpB KBD, seperti dilansir dari Litbang Depkes, berikut ini:

  • Hindari makanan tinggi lemak, protein, kalori, serta daging merah. Jangan lupakan konsumsi kalsium dan asam folat. Setelah menjalani polipektomi adenoma disarankan pemberian suplemen kalsium.
  • Disarankan pula mengonsumsi suplementasi vitamin E dan D.
  • Rajin makan buah dan sayuran setiap hari.
  • Pertahankan Indeks Massa Tubuh (IMT) antara 18,5 – 25,0 Kg/m2 sepanjang hidup.
  • Lakukan aktivitas fisik, misalnya jalan cepat setidaknya 30 menit dalam sehari.
  • Hindari kebiasaan merokok.
  • Segera lakukan kolonoskopi dan polipektomi jika ditemukan adanya polip.
  • Lakukan deteksi dini dengan tes darah samar sejak usia 40 tahun.

Informasi kesehatan ini telah ditinjau oleh dr. Jati Satriyo

Sumber:

  1. Anonim. 2019. Colon cancer. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-cancer/symptoms-causes/syc-20353669. (Diakses 4 November 2019)
  2. Wint, Carmella dan Jennifer Nelson. 2019. Colorectal (Colon) Cancer. https://www.healthline.com/health/colon-cancer#symptoms. (Diakses 4 November 2019)
  3. Crosta, Peter. 2019. Everything you need to know about colon cancer. https://www.medicalnewstoday.com/articles/150496.php. (Diakses 4 November 2019)
  4. Anonim. 2018. Treatment of Colon Cancer, by Stage. https://www.cancer.org/cancer/colon-rectal-cancer/treating/by-stage-colon.html. (Diakses 4 November 2019)
  5. Anonim. Tanpa Tahun. Colon Cancer. https://www.fascrs.org/patients/disease-condition/colon-cancer. (Diakses 4 November 2019)

Gallery Ciri Ciri Kanker Usus Besar

Wasir Bisa Jadi Gejala Kanker Usus Besar

18 Tanda Dan Gejala Kanker Ciputra Hospital Rumah Sakit

George Toisusta Tutup Usia Karena Kanker Usus Kenali Ciri

Kanker Usus Besar Di Indonesia Penyebab Gejala Dan

Ketahui Gejala Dan Ciri Kanker Usus Besar Dokter My

Apa Ciri Ciri Tumor Usus Besar Deherba Com

Bab Berdarah Jadi Gejala Kanker Usus Besar Republika Online

5 Ciri Ciri Kanker Usus Yang Paling Mudah Dikenali

Perjuangan Megawati Lawan Kanker Usus Besar

Health Ciri Ciri Kanker Usus Besar

Ketahui Bedanya Kanker Usus Besar Dan Wasir

Awas Pasien Kanker Usus Usia Muda Makin Banyak Republika

8 Gejala Kanker Usus Besar Yang Mulai Menyerang Para Milenial

Cri Ciri Penyakit Kanker Usus

5 Gejala Kanker Usus Besar Yang Harus Anda Tahu Info Sehat

Kanker Usus Besar Pada Ibu Hamil Seberapa Bahaya Hello Sehat

Gejala Kanker Usus Besar

Ciri Ciri Gejala Kanker Usus Besar

Admin Author At Paket Wisata Dan Travel Pangandaran

Kanker Usus Besar Bisa Dicegah Dengan Deteksi Dini

Kanker Usus Besar Jenis Gejala Dan Pengobatannya

Ciri Ciri Kanker Usus Besar Yang Mudah Dikenali Kondisi Umum

Pentingnya Deteksi Dini Kanker Usus Untuk Perpanjang

Jual Obat Kanker Kolon Yang Akut Kembali Sehat

Operasi Bukan Satu Satunya Pengobatan Kanker Usus Besar

Kanker Usus Renggut Nyawa Istri Ustaz Maulana Ini Gejala


Belum ada Komentar untuk "Ciri Ciri Kanker Usus Besar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel