Bab Bayi Encer Berwarna Kuning



Pintar Mengenal 7 Warna Feses Si Kecil Ternyata Bisa Jadi

Kenali Frekuensi BAB, Warna, Dan Bentuk Feses Bayi

BAYI YANG MENYUSU ASI:

Usia 0-6 Bulan:

Frekuensi BAB normal:

Sehari 1-7 kali atau bahkan hanya 1-2 hari sekali. Dengan catatan berat badan bayi terus bertambah sesuai grafik normal yang tertera pada Kartu Menuju Sehat/KMS. Jika yang terjadi sebaliknya, si kecil harus menjalani pemeriksaan dokter.

Frekuensi BAB tidak normal:

* Setelah 2 hari tidak BAB atau BAB tiga hari 1 kali. Kondisi ini perlu dikonsultasikan pada dokter. Biasanya dokter akan melihat kondisi perut bayi, kembung atau tidak, keadaan feses, berat badan, dan tumbuh kembang bayi. Beberapa kemungkinan penyebab bayi jarang BAB adalah:

* Faktor makanan ibu. Misal, ibu menyusui sedang mengonsumsi obat-obatan/jamu. Akibatnya bayi yang memperoleh asupan makanan dari ASI ibu ikut "merasakan" dampak obat itu. Asal tahu saja, beberapa obat/jamu bisa membuat gerak/kerja usus menjadi lambat. Kondisi ini yang pada akhirnya membuat bayi mengalami sembelit.

* Masalah pada sistem pencernaan bayi. Misal, ususnya tersumbat atau melintir.

* Lebih dari 7 kali sehari. Frekuensi BAB yang lebih sering dari biasanya dapat disebabkan faktor makanan ibu. Contoh, ibu menyusui yang mengonsumi makanan pedas atau makan yang mengandung serat tinggi dapat membuat bayinya jadi lebih sering pup.

BAYI YANG TIDAK MENYUSU ASI

Usia Usia 0-6 bulan

Frekuensi BAB yang normal:

Sekitar 3-4 kali sehari sampai hanya 1-2 hari sekali. Kenapa frekuensi BAB-nya lebih jarang dari bayi yang menyusu ASI? ASI

seperti diketahui sangat mudah dicerna oleh bayi. Namun tidak begitu dengan susu formula yang lebih sulit dicerna dan diserap oleh sistem pencernaan bayi. Inilah yang menyebabkan kenapa

bayi yang menyusu ASI jarang mengalami kegemukan, sementara "bayi susu formula" kerap kelebihan berat badan.

Frekuensi BAB yang tidak normal:

Bila feses bayi encer dan frekuensinya lebih dari 10 kali per hari disertai penurunan berat badan.

Usia 6 bulan ke atas

Frekuensi BAB normal:

Biasanya 3-4 kali sehari atau 2 hari sekali. Setelah anak menginjak 4 tahun, frekuensi BAB-nya sudah seperti orangtuanya, yakni satu sampai dua kali sehari.

Frekuensi BAB tidak normal:

* Lebih dari 4 kali sehari disertai gejala-gejala lain. Misalnya, bayi BAB sampai 6 kali sehari. Ini bisa dijadikan alarm bagi orangtua bahwa kondisi si kecil sedang tidak sehat. Coba perhatikan apakah bayi juga rewel atau gelisah? Jika ya, kemungkinan ada sesuatu yang tidak beres pada pencernaannya. Untuk menelusuri penyebabnya, ingat-ingat apa menu makanannya hari itu hingga 2 hari sebelumnya; apakah terlalu banyak serat? Terlalu banyak diberi buah/sayuran mungkin. Bayi yang terlalu banyak mengonsumsi serat berpotensi untuk lebih sering BAB dan akhirnya menjadi kurus. Sebab apa yang dikonsumsinya lebih banyak yang dikeluarkan ketimbang yang diserap.

Dua kali dalam kurun waktu tujuh hari atau kurang. Kemungkinan bayi mengalami konstipasi/sembelit atau pemampatan feses di usus besar. Hati-hati, jika feses yang keras membuat anusnya luka dan si kecil mengalami trauma sehingga enggan untuk buang air besar yang berikutnya.

Penyebab konstipasi:

* Bisa jadi bayi terlalu banyak minum susu dan kurang mendapat makanan padat serta kurang minum air putih.

* Kurang serat/kurang mengonsumsi sayuran atau buah-buahan.

Cara mengatasinya, penyebab pertama bisa diatasi dengan mengurangi asupan susu formula pada bayi dan menggantikannnya dengan memperbanyak asupan makanan padat sesuai usianya. Sementara yang kedua, tentu bayi harus lebih banyak diberi makan buah-buahan, sayuran, dan tak lupa banyak minum air putih. Bila kondisi ini tidak mengalami perbaikan, amat bijak bila si kecil diperiksakan ke dokter.

Kegiatan buang air besar pada bayi kadang membuat khawatir orang tua. Warna, bentuk dan polanya yang berbeda dengan orang dewasa inilah yang kerap menimbulkan kecemasan. Feces bayi ASI:

Feces bayi yang minum (ASI dan susu formula) dan bayi yang sudah mendapat MPASI:

Pertama kali bayi BAB setelah lahir, fecesnya akan berwarna hhitam kehijauan, pekat dan lengket. Feces ini dikenal dengan nama meconium. BAB pertama dalam 24 jam penting artinya, karena menjadi indikasi apakah pencernaannya normal atau tidak.

Warna Feces

1. Kuning feses berwarna kuning cerah dan cemerlang diindikasikan sebagai feses yang normal. Warna feses kuning normal ini dimiliki oleh bayi yang mendapatkan ASI secara eksklusif. Feses ini biasanya disebut dengan golden feces. Warna kuning timbul dari proses pencernaan lemak yang dibantu oleh cairan empedu. Cairan empedu dibuat di dalam hati dan disimpan beberapa waktu di dalam kandung empedu sampai saatnya dikeluarkan. Bila di dalam usus terdapat lemak yang berasal dari makanan, kandung empedu akan berkontraksi (mengecilkan ukurannya) untuk memeras cairannya keluar. Cairan empedu ini akan memecah lemak menjadi zat yang dapat diserap usus.

warna feses bayi dengan susu formula atau ASI tapi dicampur dengan susu formula maka feses bayi cenderung kuning lebih gelap atau kuning tua, agak cokelat, cokelat tua, kuning kecoklatan atau cokelat kehijauan.

2. Hijau Feses berwarna hijau juga termasuk kategori normal. Meskipun begitu, warna ini tidak boleh terus-menerus muncul. Ini berarti cara ibu

memberikan ASI-nya belum benar. Yang terisap oleh bayi hanya foremilk saja,

sedangkan hindmilk-nya tidak. Kasus demikian umumnya terjadi kalau produksi

ASI sangat melimpah.

Di dalam payudaranya, ibu memiliki ASI depan (foremilik) dan ASI belakang (hindmilk). Pada saat bayi menyusu, ia akan selalu mengisap ASI depan lebih dulu. Bagian ini mempunyai lebih banyak kandungan gula dan laktosa tapi rendah lemak. Sifatnya yang mudah dan cepat diserap membuat bayi

sering lapar kembali. Sedangkan, ASI belakang (hindmilk) akan terisap kalau

foremilk yang keluar lebih dulu sudah habis. Hindmilk mengandung banyak lemak. Lemak ini yang membuat tinja menjadi kuning. JIka bayi hanya mendapat foremilk yang mengandung sedikit lemak dan banyak gula, kadang-kadang terjadi perubahan pada proses pencernaan yang akhirnya membuat feses bayi berwarna hijau. Bahkan sering juga dari situ terbentuk gas yang terlalu banyak (kentut melulu), sehingga bayi merasa tak nyaman (kolik). Mestinya yang bagus itu tidak hijau terus, tapi hijau kuning, hijau

dan kuning, bergantian. Ini berarti bayi mendapat ASI yang komplet, dari

foremilk sampai hindmilk supaya kandungan gizinya komplet. ibu harus mengusahakan agar bayinya mendapat foremilk dan hindmilk sekaligus.

3. Merah

Warna merah pada feses bayi bisa disebabkan adanya tetesan darah yang menyertai. Bentuknya fesesnya pun bisa cair ataupun menggumpal. Selanjutnya dokter yang menangani akan melakukan observasi apakah apakah warna merah tersebut disebabkan darah dari tubuhnya sendiri atau dari ibunya.Jika merah ini terbukti , maka dua-duanya perlu penanganan. Darah ini sangat jarang berasal dari disentri amuba atau basiler, karena makanan bayi, karena belum banyak ragamnya dan belum makan makanan yang kotor. Kalau penyakitnya serius, biasanya bayi juga punya keluhan lain, seperti perutnya membuncit atau menegang, muntah, demam, rewel dan kesakitan.

4. putih atau agak keabua-abuan

jika feses bayi yang baru lahir berwarna kuning pucat atau putih keabu-abuan maka ibu harus waspada. Baik yang encer ataupun padat. Warna putih menunjukkan gangguan yang paling riskan. Bisa disebabkan gangguan pada hati atau penyumbatan saluran empedu.

Bentuk feses

  1. Saat baru lahir, bentuk feses bayi menyerupai aspal lembek. Zat buangan ini berasal dari pencernaan bayi yang dibawa dari kandungan. Setelah itu, feses bayi bisa bergumpal-gumpal seperti jeli, padat, berbiji (seeded) dan bisa juga berupa cairan.
  2. Feses bayi yang diberi ASI eksklusif biasanya tidak berbentuk, bisa seperti pasta/krem, berbiji (seeded), dan bisa juga seperti mencret/cair.
  3. Feses bayi yang diberi susu formula berbentuk padat, bergumpal-gumpal atau agak liat dan merongkol/bulat. Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang mengonsumsi susu formula kadangkala akan mengalami sembelit atau susah buang air besar. Curigai jika bayi yang mengkonsumsi susu formula bentuk fesesnya cair.
Kesulitan mendeteksi normal tidaknya feses akan terjadi bila ibu memberikan ASI yang diselang-seling susu formula. Misalnya, akan sulit menentukan apakah feses yang cair/mencret itu berasal dari ASI atau susu formula.Kalau mencretnya karena minum ASI, ini normal-normal saja karena sistem pencernaannya memang belum sempurna.

Frekuensi buang air besar (BAB) Paling penting untuk dipahami adalah bahwa frekuensi BAB pada setiap bayi pasti berbeda-beda. Bahkan, bayi yang sama pun, frekuensi BAB-nya akan berbeda di minggu ini dan minggu depannya. Umumnya di empat atau

lima minggu pertama, dalam sehari bisa lebih dari lima kali atau enam kali.Asalkan tidak menganggu proses pertumbuhannya, maka ibu tak pelu cemas. Bagi bayi yang mendapatkan ASI ekslusif biasanya bisa tidak BAB hingga seminggu lamanya. Tak perlu cemas, hal ini karena memang tidak ada ampas makanan yang harus dikeluarkan. .Semuanya dapat diserap dengan baik. Feses yang keluar setelah itu juga harus tetap normal seperti pasta. Tidak cair yang disertai banyak lendir, atau berbau busuk dan disertai demam dan penurunan

berat badan bayi. Jadi bukan karena gangguan sembelit.

Tetapi Bayi dengan ASI eksklusif juga dikatakan normal jika BAB sepuluh kali setiap hari.

Kapan saat untuk khawatir

Gallery Bab Bayi Encer Berwarna Kuning

Ketahui Tentang 4 Warna Pup Si Kecil Dan Kaitannya Dengan

Kenali Arti Dari Warna Dan Tekstur Feses Bayi

Perlu Tahu Nih Soal Warna Dan Bentuk Feses Bayi

Normalkah Bayi Yang Baru Lahir Buang Air Besar Terus Menerus

Serba Serbi Feses Bayi Dunia Sehat

Kenapa Bab Bayi Berwarna Hijau Ini Dia Penyebabnya Aladokter

Warna Bentuk Dan Bau Pup Bayi Bisa Mendeteksi Kesehatan

Warna Bentuk Dan Bau Pup Bayi Bisa Mendeteksi Kesehatan

Ingin Tahu Kondisi Kesehatan Tubuh Coba Cek Feses Anda

Mengenali Jenis Kotoran Feses Pup Bayi Makanan Bayi Sehat

Feses Bayi Berwarna Hijau Berlendir Dan Ada Biji2annya

Feses Bayi Berwarna Kuning Apakah Berbahaya Info Sehat

Mengenali Jenis Kotoran Feses Pup Bayi Makanan Bayi Sehat

Mengenal Warna Dan Bentuk Feses Sebagai Indikator Kesehatan

Mengapa Feses Bab Bayi Berwarna Hijau Makanan Bayi Sehat

Ingin Bayi Makin Pintar Ini 5 Makanan Yang Harus Dikonsumsi

Bab Bayi Berwarna Hitam Atau Hijau Apa Yang Terjadi

Added By Kuncup Ceria Instagram Post Info Anak

Warna Bentuk Dan Bau Pup Bayi Bisa Mendeteksi Kesehatan

Anak Sering Mencret Kotoran Bayi Cair Encer Berwarna Merah

Perlu Tahu 5 Hal Ini Jika Feses Berwarna Hitam

Warna Feses Bayi Kuning Pucat Normalkah Theasianparent

Serba Serbi Feses Bayi Dunia Sehat

Gangguan Saluran Cerna Pada Bayi Dan Dampak Yang Menyertai


Belum ada Komentar untuk "Bab Bayi Encer Berwarna Kuning"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel