Syarat Vaksin Hepatitis B Dewasa



Berapa Lama Jarak Maksimal Vaksin Hepatitis B Dosis 1 Dan 2

8 Vaksin yang Disarankan untuk Wanita dan Orang Dewasa

Banyak orang yang meninggal akibat kanker serviks, kanker anus, kanker mulut, radang paru-paru, herpes, sampai penyakit meningitis yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksinasi. Tidak hanya pada anak kecil, pada keadaan tertentu, orang dewasa juga membutuhkan suntik vaksin tambahan tiap beberapa periode.

Vaksinasi adalah proses penyuntikan mikro-organisme penyebab penyakit yang telah dilemahkan atau dibunuh ke dalam tubuh Anda atau penyuntikan protein buatan laboratorium yang mirip dengan mikro-organisme tersebut. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga ketika Anda terjangkit virus yang sebenarnya, tubuh sudah siap menangkalnya agar tidak berkembang menjadi penyakit.

Di Indonesia, ada lima jenis vaksin yang wajib diterima semua orang, yaitu hepatitis B, BCG, Polio, MMR, dan DTP. Jika Anda belum menerimanya sewaktu kecil, Anda wajib mendapatkan suntik vaksin jenis-jenis tersebut. Selain lima vaksinasi wajib di atas, ada beberapa jenis suntik vaksin yang disarankan untuk para wanita. Berikut delapan diantaranya yang sudah Kamini rangkum untuk Anda:

1. Vaksinasi Td/Td-Ap

Vaksin Td/Td-Ap alias Tetanus, Diphteria dan Acellular Pertusis adalah vaksin yang sebelumnya dikenal dengan istilah DPT. Disamping vaksin HPV, vaksin Td/Td-Ap ini merupakan vaksin yang paling sering diberikan pada wanita saat pre-marital. Biasanya vaksin ini sudah diberikan sejak kecil karena masuk program wajib.

Seluruh orang dewasa harus mendapatkan vaksinasi lengkap 3 dosis seri primer dari difteri dan toksoid tetanus, dengan 2 dosis diberikan paling tidak dengan jarak waktu 4 minggu dan dosis ketiga diberikan 6-12 bulan setelah dosis kedua.

Vaksin Td-Ap bisa mencegah Anda terserang penyakit difteri, tetanus dan pertusis atau batuk rejan. Vaksin Td-Ap hanya diberikan sekali seumur hidup, namun disarankan untuk menyuntikkan vaksin penguat tiap 10 tahun sekali untuk mencegah Anda terkena difteri dan tetanus.

Vaksin ini direkomendasikan bagi Anda yang belum pernah mendapat vaksinasi jenis ini saat kanak-kanak. Khususnya bagi Anda yang bekerja di rumah sakit, wanita hamil yang memasuki usia kandungan 27 hingga 36 minggu dan yang mengasuh bayi dibawah usia setahun.

2. Vaksin HPV

Human Papilloma Virus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks. Biasanya jenis virus ini sering didapatkan pada wanita yang memiliki riwayat seksual aktif. Namun, pada sebagian besar wanita, infeksi karena HPV tidak berlangsung lama dan tidak semuanya menyebabkan kanker. Human Papilloma Virus terdiri dari hampir 40 tipe, lebih kurang 15 tipe berhubungan dengan kanker leher rahim dan kanker di sekitar anus, vulva dan vagina.

Anak perempuan usia 11-13 tahun sebaiknya melakukan imunisasi HPV secara rutin sebanyak 3 dosis, dengan rentang waktu 0, 2 dan 6 bulan. Vaksin HPV tidak dianjurkan bagi wanita hamil. Jika sudah terlanjur diberikan, maka dosis selanjutnya harus ditunda pemberiannya hingga melahirkan. Apabila hendak menikah, vaksinasi sebaiknya dilakukan sejak 6 bulan sebelum menikah.

Pada laki-laki, vaksin ini bisa diberikan mulai usia 11 tahun hingga 26 tahun untuk melindungi diri dari strain virus HPV yang menyebabkan penyakit kutil kelamin, karena laki-laki juga dapat menurunkan risiko penularan strain virus HPV penyebab kanker serviks pada pasangan seksualnya di kemudian hari. Vaksin ini tidak boleh diberikan jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap komponen yang ada dalam vaksin ini seperti lateks atau yeast.

3. Vaksinasi MMR

MMR atau Measles (campak), Mumps (gondongan) dan Rubella (campak Jerman) adalah penyakit serius yang menyebabkan ruam, batuk, pilek, iritasi mata dan demam. Sedangkan Mumps menyebabkan pembengkakan pada kelenjar parotis. Vaksin MMR penting diberikan sebelum menikah (pre-marital).

Jika seorang wanita mendapat infeksi rubella saat sedang hamil, maka dia bisa mengalami keguguran atau bayinya dapat menderita kelainan bawaan berat. Penyakit ini menular melalui udara dan vaksin MMR bisa mencegahnya. Biasanya anak-anak akan mendapat dua dosis vaksin MMR, dosis pertama antara usia 12 – 15 bulan dan untuk dosis kedua dianjurkan antara usia 4 – 6 tahun.

Sedangkan orang dewasa harus mendapatkan vaksin MMR, paling tidak satu dosis vaksin, terutama wanita. Pemberian vaksin ini tidak dianjurkan untuk yang pernah mengalami reaksi alergi yang mengancam jiwa terhadap gelatin, antibiotik neomisin atau terhadap dosis pertama MMR.

Vaksin MMR juga tidak dianjurkan bagi pasien dengan kondisi sakit berat. Begitu pula wanita hamil yang ingin disuntikkan vaksin ini harus menunda vaksin hingga bayinya lahir. Wanita tidak boleh hamil setidaknya 4 minggu setelah mendapat vaksin MMR.

4. Vaksin Influenza

Influenza atau flu merupakan jenis penyakit ringan dan sering terjadi. Namun, jangan pernah menganggap sepele penyakit yang satu ini, karena terkadang bisa memicu komplikasi yang mungkin bisa menyebabkan kematian. Sebaiknya vaksinasi jenis ini dilakukan setiap tahun sebanyak 1 dosis. Dengan vaksin influenza, penderita asma, diabetes, epilepsi, penyakit jantung, hati dan ginjal dapat mengurangi resiko terkena flu serta komplikasinya.

Orang yang sebaiknya mendapatkan vaksinasi influenza setiap tahun antara lain adalah anak-anak berusia 6 bulan- 19 tahun, wanita hamil, individu berusia 50 tahun atau lebih, individu segala usia dengan kondisi medis kronis, individu dalam perawatan jangka lama lain, serta individu bersama orang yang berisiko menularkan pastinya.

5. Pneumokokus

Vaksin pneumokokus bisa mencegah Anda terkena penyakit keracunan darah, meningitis dan pneumonia atau radang paru. Ketiga penyakit tersebut bisa menyebabkan kematian, sehingga vaksinasi adalah cara terbaik untuk mencegah penyakit tersebut. Ada dua jenis vaksin pneumokokus, yaitu PCV dan PPSV.

Vaksin jenis PCV dianjurkan untuk anak-anak di usia muda sedangkan PPSV untuk orang dewasa dan anak-anak dengan usia lebih besar. Dosis yang disarankan adalah satu dosis saat berusia 19-64 tahun, lalu satu dosis pada usia 65 tahun. Selain PPSV, PCV juga direkomendasikan untuk mereka yang berusia 65 tahun ke atas.

6. Vaksin Hepatitis A

Penyakit Hepatitis A disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh tinja si penderita, biasanya melalui makanan (fecal–oral), bukan melalui aktivitas seksual atau melalui darah. Vaksin hepatitis A diberikan dua dosis dengan jarak 6- 12 bulan pada individu yang berisiko terjadinya infeksi virus hepatitis A, seperti penyaji makanan atau food handlers dan mereka yang menginginkan imunitas.

7. Vaksinasi Hepatitis B

Semua orang, khususnya yang telah aktif secara seksual, perlu mendapatkan vaksin ini. Banyak dari mereka yang tidak menyadari bahwa penyakit ini ditularkan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan penularan kepada janin dari ibu yang mengandung. Satu syarat utama sebelum melakukan vaksinasi hepatitis B adalah pengambilan darah untuk mengetahui apakah kita positif terinfeksi penyakit ini.

Vaksin Hepatitis B hanya diberikan kepada individu yang belum terinfeksi. Pemberian Vaksin ini dilakukan sebanyak 3 kali, yakni bulan ke-0, ke-1, dan ke-5. Antara suntikan pertama dan kedua diperlukan rentang waktu sekitar satu bulan sedangkan untuk suntikan ketiga diberikan enam bulan berikutnya.

8. Vaksinasi Varicella

Varicella, atau yang dikenal dengan chicken pox alias cacar air, dapat diberikan pada perempuan dengan usia 14 tahun yang belum pernah terkena cacar air. Vaksin varicella juga perlu diberikan pada individu yang akan kontak dekat dengan pasien berisiko tinggi terjadinya komplikasi, misalnya petugas kesehatan dan keluarga yang kontak dengan individu imunokompromais alias yang fungsi sistemnya menurun.

Pertimbangkan vaksinasi bagi mereka yang berisiko tinggi terpapar virus varicella, umumnya mereka yang bekerja sebagai pengajar anak-anak, petugas kesehatan, residen serta staf dilingkungan institusi, mahasiswa, wanita usia subur yang belum hamil dan mereka yang sering melakukan perjalanan kerja atau wisata. Vaksinasi terdiri dari 2 dosis yang diberikan 4-8 minggu.

Sebelum mengaplikasikan vaksin, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter jika ada terinfeksi HIV/AIDS atau penyakit lain yang menurunkan sistem kekebalan tubuh, sedang minum steroid selama 2 minggu atau lebih, menderita penyakit keganasan, sedang kemoterapi atau radioterapi untuk kanker, serta bila ada gangguan pembekuan darah.

Tidak ada kata terlambat untuk vaksinasi. Kunjungi segera rumah sakit terdekat, terutama jika Anda merasa belum pernah mendapatkan vaksinasi yang lengkap saat kanak-kanak. Ceritakan pula riwayat kesehatan dan jenis pekerjaan Anda agar dokter bisa memberikan suntik vaksin yang tepat.

Gallery Syarat Vaksin Hepatitis B Dewasa

New Jadwal Vaksin Dewasa Ihc 2017 To Web Klinik Vaksinasi

Biaya Vaksin Sebelum Menikah Kamu Harus Nabung Untold

Jual Voucher Vaksin Hepatitis 3x Suntik Telkomedika Blanja Com

Orang Dewasa Juga Imunisasi Begini Aturan Pemberiannya

Ini Pentingnya Memberikan Vaksin Hepatitis B Pada Bayi Baru

Jenis Vaksin Yang Dibutuhkan Orang Dewasa Usia 19 65 Tahun

Berikut Tes Deteksi Hepatitis B Saat Hamil

Takut Menularkan Virus Hepatitis B Pada Calon Istri Halaman

Bag Ilmu Kesehatan Anak Rs Hasan Sadikin Fk Unpad Bandung

Pentingnya Vaksinasi Hepatitis B Bagi Calon Tenaga Medis

Vaksin Hepatitis B Dewasa Hanya Rm Poliklinik Ukm

Jual Paket Vaksinasi Hepatitis A Dan Hepatitis B Dewasa Ke

Jual Paket Imunisasi Hepatitis B Ke Rumah Untuk Anak 3

Pentingnya Pemberian Vaksin Hepatitis B Untuk Tenaga Medis

Hepatitis B Pada Bayi Bisa Berbahaya Ini Cara Mencegahnya

Pentingnya Pemberian Vaksin Hepatitis B Untuk Tenaga Medis

Sebelum Menikah 6 Vaksin Penting Ini Sangat Dianjurkan Untukmu

Benarkah Hepatitis B Bisa Sembuh Total Berikut Penjelasannya

Biaya Vaksin Sebelum Menikah Kamu Harus Nabung Untold

Info Rumah Sakit Jih The Ultimate Value Healthcare

Euvax B Vaksin Hepatitis B Adult Kegunaan Efek Samping

Jadwal Imunisasi Bayi Prematur Klinik Raisha

Syarat Wajib Vaksin Diskriminasi Pendatang

7 Jenis Vaksin Yang Dibutuhkan Orang Dewasa


Belum ada Komentar untuk "Syarat Vaksin Hepatitis B Dewasa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel