Waktu Yang Tepat Untuk Tes Kehamilan



Sehatbersamatara Hash Tags Deskgram

Bagaimana dan Kapan Seharusnya Melakukan Tes Kehamilan?

Waktu yang tepat untuk tes kehamilan mempengaruhi akurasi tes.

Melakukan tes kehamilan dapat dilakukan secara mandiri dengan alat bernama testpack. Hal ini bisa Bunda lakukan dengan mudah di rumah masing-masing. Hanya saja, tes kehamilan dengan testpack tidak selalu memberikan hasil yang akurat loh!

Alat tes kehamilan memang dirancang untuk mengetahui apakah urin Bunda mengandung hormon HCG (human chorionic gonadotropin). Hormon HCG akan meningkat jika proses implantasi terjadi, yaitu saat sel telur yang sudah dibuahi menempel di dinding rahim. Lalu, kapan waktu yang tepat untuk tes kehamilan agar hormon HCG bisa dikenali oleh testpack?

Waktu yang Tepat untuk Melakukan Tes Kehamilan

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hormon HCG akan meningkat setelah proses implantasi terjadi. Nah, proses ini biasanya berlangsung enam hari setelah fertilisasi. Jadi, untuk melakukan tes kehamilan, ada baiknya Bunda menunggu hingga enam hari setelah berhubungan intim.

Dalam sehari, waktu terbaik untuk melakukan tes kehamilan adalah saat buang air kecil di pagi hari. Di saat-saat inilah hormon HCG dalam urin Bunda lebih tinggi dibandingkan biasanya sehingga kehamilan bisa terdeteksi lebih akurat.

Bagaimana Melakukannya dengan Tepat?

Secara umum, mengecek kehamilan dengan testpack sangatlah mudah. Bunda hanya perlu mencelupkan testpack ke dalam urin yang sudah ditampung. Selanjutnya, tunggu hingga beberapa menit untuk melihat hasilnya.

Perhatikan Penggunaan Tiap Brand

Untuk detailnya, Bunda mesti melihat cara penggunaan di balik kemasan testpack dengan cermat. Pasalnya, berbeda merek, berbeda pula syarat penggunannya. Misalnya, satu merek menganjurkan Bunda untuk menunggu hingga 4-5 menit setelah waktu pengetesan, tetapi bisa jadi ada merek lain yang menyarankan rentang waktu berbeda. Perhatikan betul rentang waktu ini ya, Bun. Pasalnya, jika Bunda melewati rentang waktu ini, hasil tes kehamilan bisa jadi tidak akurat karena muncul garis evaporasi (garis penguapan air seni) hingga hasil tes kehamilan seolah-olah positif.

Tiap brand juga memiliki sensitivitas yang berbeda loh. Ada brand testpack yang baru bisa dipakai untuk mengecek kehamilan setelah Bunda mengalami telat haid, tetapi ada pula brand yang bisa lebih cepat digunakan daripada itu.

Walau akhirnya nanti Bunda sudah mengetahui status kehamilan berdasarkan pengecekan testpack tadi, Bunda juga perlu memastikannya kembali setelah haid dipastikan terlambat. Jika Bunda sudah melakukan pengecekan kembali dan hasilnya tetap positif, jangan lupa periksakan ke dokter ya.

Selain itu, Bunda juga dapat memastikannya dengan beberapa gejala berikut ini. Jika beberapa gejala ini Bunda rasa, maka besar kemungkinan Bunda memang sedang dalam masa kehamilan.

Kram Perut

Jika sedang dalam masa kehamilan apalagi hamil muda, Bunda pasti merasakan kram perut ringan. Kondisi ini terjadi karena rahim Bunda sedang mengalami perkembangan lho.

Flek atau Bercak Darah

Berbeda dengan bercak darah saat haid, bercak darah ini warnanya lebih pucat dan jumlahnya lebih sedikit. Bercak darah ini disebut dengan bercak implantasi yang umumnya terjadi selama 2-3 hari di awal kehamilan loh, Bun.

Payudara Terasa Nyeri dan Membesar

Perubahan bentuk payudara ini biasanya dipengaruhi oleh produksi hormon estrogen dan progesteron yang lebih banyak di awal kehamilan.

Perubahan Fisik

Saat sedang hamil muda, Bunda akan merasakan perubahan dalam diri, mulai dari mual, mudah lelah, tidak nafsu makan, perubahan suasana hati (mood swing), serta lebih sering buang air kecil.

Itulah informasi mengenai waktu yang tepat untuk tes kehamilan serta cara tepat untuk melakukannya. Apabila Bunda ingin mengetahui informasi menarik lainnya mengenai masa kehamilan, Bunda bisa mengikuti Ibu Sehati di Facebook dan Instagram

Tinggi fundus uteri umumnya mulai diukur saat trimester kedua kehamilan.

Bunda yang mulai memasuki usia kehamilan 20 minggu, biasanya akan menjalani pengukuran tinggi fundus uteri pada setiap pemeriksaan kehamilan rutin. Tinggi fundus uteri ini diukur dari tulang kemaluan sampai ke puncak atau bagian atas rahim atau sebaliknya.

Melalui pengukuran tinggi fundus uteri, dokter atau bidan dapat memperkirakan ukuran, tingkat perkembangan, serta posisi janin mulai trimester kedua kehamilan. Tinggi fundus uteri biasanya mengikuti angka usia kehamilan Bunda. Misalnya jika usia kehamilan Bunda 20 minggu, tinggi fundus uteri semestinya berkisar antara 17-23 cm atau sepusat (pusar)

Bagaimana bila tinggi fundus uteri Bunda kurang dari angka yang normal? Tidak perlu cemas dulu, Bun. Tinggi fundus uteri yang kurang belum tentu mengindikasikan komplikasi kehamilan. Kita simak bersama, yuk, penjelasannya.

Usia kehamilan tidak tepat

Tinggi fundus uteri terhitung di bawah normal jika kurang 3 cm dari angka tinggi fundus uteri yang sesuai dengan usia kehamilan Bunda. Namun kadang kala, ada Bunda yang keliru menghitung usia kandungannya. Misalnya menurut hitungan Bunda, kandungan sudah masuk usia 20 minggu. Padahal, sesungguhnya kandungannya baru masuk usia 16 minggu. Ini kerap terjadi pada Bunda yang sama sekali belum pernah memeriksakan kehamilan pada bidan atau dokter kandungan atau jika bunda memiliki siklus haid sebelumnya yang tidak teratur.

Usia kehamilan dihitung sejak hari pertama menstruasi terakhir. Bunda yang memiliki siklus menstruasi tidak teratur bisa saja tidak tepat menghitung usia kehamilannya dan ikut membuat pengukuran tinggi fundus uteri tidak akurat.

Postur dan ukuran tubuh

Ukuran dan bentuk perut ibu hamil sangat bervariasi, berbeda antara ibu hamil dengan yang lainnya. Postur dan ukuran tubuh Bunda menjadi salah satu faktor yang memengaruhi bentuk perut saat mengandung.

Bunda yang kurus, tentu ukuran perutnya akan tampak lebih kecil dibandingkan Bunda yang gemuk. Bunda dengan otot-otot perut yang lebih kencang, bentuk perutnya akan cenderung kurang “menonjol” dibandingkan Bunda dengan otot perut yang tidak terlalu kencang.

Oleh karena itu, TFU di bawah normal mungkin saja dipengaruhi ukuran tubuh Bunda yang mungil atau otot perut Bunda yang kencang. 

Pertumbuhan janin terhambat

Di sisi lain, TFU yang kurang dapat mengindikasikan adanya pertumbuhan janin terhambat. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan USG untuk melihat kondisi janin dan memastikan adanya gangguan pertumbuhan, terlebih bila Bunda juga memiliki kondisi kesehatan yang meningkatkan risiko pertumbuhan janin terhambat seperti diabetes, hipertensi, obesitas, atau penyakit autoimun.

Jika hasil pemeriksaan USG menunjukkan berat janin di bawah persentil 10, kemungkinan ada gangguan pertumbuhan janin. Misalnya saja, janin usia 24 minggu yang seharusnya mencapai berat 600 gr, beratnya hanya 450 gr atau kurang.

Dokter pun tidak bisa menentukan ada gangguan pertumbuhan janin hanya melalui satu kali pemeriksaan. Umumnya Bunda akan diminta datang kembali dua minggu berikutnya. Jika berat janin naik sesuai grafik, artinya janin sehat. Bila berat janin hanya naik sedikit sekali atau tidak ada kenaikan sama sekali, barulah dokter dapat menyatakan ada gangguan pertumbuhan janin.

Cairan ketuban terlalu sedikit

Tinggi fundus uteri yang kurang juga dapat menjadi pertanda bahwa cairan ketuban terlalu sedikit. Kondisi ini biasa disebut oligohidramnion dan umumnya terjadi pada trimester ketiga kehamilan.

Untuk memastikan apakah cairan ketuban Bunda terlalu sedikit, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan USG dan mengevaluasi indeks cairan ketuban atau amniotic fluid index (AFI). Jika AFI menunjukkan angka kurang dari 5 cm, artinya cairan ketuban Bunda kurang dari jumlah seharusnya.

Sebagai catatan, pengukuran TFU juga dapat menjadi kurang akurat pada Bunda yang mengalami obesitas, punya riwayat fibroid/ mioma rahim, atau pada kehamilan kembar. Oleh karena itu, bila pengukuran tinggi fundus uteri menunjukkan hasil yang tidak sesuai dengan usia kehamilan, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui kondisi janin secara lebih akurat.

Jadi, bila pengukuran TFU Bunda hanya kurang 1-2 cm dari seharusnya, tidak perlu terlalu cemas, ya, Bun. Bunda baru patut waspada jika tinggi fundus uteri kurang 3 cm atau lebih dari angka yang seharusnya. Yang terpenting, lakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin sehingga bila komplikasi kehamilan terdeteksi dini, dokter atau bidan dapat segera menanganinya.

Referensi:

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/pregnancy-week-by-week/expert-answers/fundal-height/faq-20057962

https://www.babycenter.com/0_measuring-large-or-small-for-gestational-age_1453305.bc

https://www.whattoexpect.com/pregnancy/measuring-size-of-fetus

https://www.bmj.com/content/bmj/355/bmj.i5662.full.pdf

Pada trimester pertama kehamilan, biasanya ibu hamil sering merasa mengantuk. Namun, umumnya ibu hamil juga merasa sulit tidur pulas, terutama di malam hari. Akibatnya, ibu hamil menjadi kelelahan sepanjang hari. Apakah Bunda juga mengalami susah tidur saat hamil? Kita simak, yuk, penyebab dan cara mengatasinya.

Apa itu insomnia?

Insomnia merupakan gangguan tidur yang membuat Bunda sulit mengantuk di malam hari, sulit tidur kembali, atau keduanya. Selain sulit mengantuk, banyak Bunda hamil yang mengeluhkan sulit tidur kembali setelah terbangun tengah malam. Mereka tetap mudah tidur setelah mengantuk, tapi tiba-tiba terbangun tengah malam dan tidak bisa tidur hingga pagi.

Susah tidur saat hamil dapat terjadi sepanjang periode kehamilan, namun gangguan tidur ini lebih banyak muncul pada trimester pertama dan ketiga kehamilan.

Apa penyebab insomnia saat hamil?

Beberapa hal berikut ini merupakan penyebab susah tidur saat hamil:

Nyeri punggung

Perut membesar dengan janin di dalamnya membuat tubuh Bunda lebih menanggung beban di bagian depan. Akibatnya, otot-otot punggung pun bekerja lebih keras dan menjadi nyeri. Selain itu, ligamen atau jaringan sendi di area punggung cenderung mengendur akibat hormon kehamilan sehingga memunculkan rasa nyeri.

Perut kembung

Ibu hamil juga kerap mengalami perut bergas atau terasa kembung dan mual. Hormon kehamilan menyebabkan makanan dicerna lebih lambat sehingga meningkatkan asam lambung.

Nyeri ulu hati

Hormon kehamilan juga dapat menyebabkan otot-otot saluran pencernaan menjadi lemas sehingga asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini menimbulkan sensasi perih di dada dan perut bagian atas yang juga biasa disebut heartburn.   

Kram kaki dan restless leg syndrome

Keluhan lain yang sering muncul saat hamil adalah kram di malam hari. Perut yang membesar menekan peredaran darah ke jantung dan kaki sehingga menyebabkan kram pada kaki. Selain itu sensasi kesemutan, geli, atau seperti terbakar pada kaki di malam hari yang disebut restless leg syndrome juga banyak dialami ibu hamil.

Sesak napas

Rahim yang membesar seiring usia kehamilan akan menekan diafragma di bawah paru-paru dan mengakibatkan Bunda sulit bernapas.

Mengorok

Kehamilan dapat membuat saluran pernapasan membengkak sehingga Bunda mengorok. Kondisi ini bisa bertambah parah dengan tekanan dari perut yang membesar. Mengorok dapat menyebabkan gangguan tidur serius di mana pernapasan sering terhenti saat tidur yang disebut sleep apnea.

Kecemasan

Proses kehamilan dan persiapan menjelang persalinan kerap membuat Bunda memikirkan banyak hal, terlebih bila ini merupakan kehamilan pertama. Rasa cemas dan banyak pikiran itu ikut menyebabkan Bunda sulit mengantuk atau tidur.

Sering buang air kecil

Terasa ingin berkemih dan sering bolak balik ke kamar mandi untuk buang air kecil membuat waktu tidur Bunda yang hamil menjadi berkurang.

Bagaimana mengatasi insomnia saat hamil?

Banyak obat tidur yang tidak direkomendasikan untuk ibu hamil. Karena itu jangan sembarangan mengonsumsi obat tidur yang dijual bebas untuk mengatasi susah tidur saat hamil, ya, Bun. Konsultasikan dengan dokter sebelum Bunda membeli dan mengonsumsi obat-obatan di luar yang diresepkan dokter.

Mengatasi insomnia atau susah tidur saat hamil lebih baik dilakukan secara alami, yaitu dengan menerapkan langkah-langkah berikut:

Biasakan tidur teratur

Tidurlah pada jam yang sama setiap malam. Lakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur seperti membaca buku atau bermeditasi sambil mendengarkan musik yang berirama lembut. Hindari menggunakan ponsel atau gadget lainnya menjelang tidur karena dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.

Perhatikan konsumsi makanan dan minuman

Bunda yang sedang hamil perlu menjaga asupan nutrisi dan pola makan untuk menunjang pertumbuhan janin dalam kandungan. Di antaranya, Bunda disarankan minum air minimal 8 gelas per hari. Namun menjelang tidur, sebaiknya Bunda tidak banyak minum lagi supaya tidak sering buang air kecil dan mengganggu waktu tidur.

Selain itu, batasi minum kopi atau minuman mengandung kafein lainnya. Selain membuat Bunda sulit mengantuk, kopi juga bisa menghalangi penyerapan zat besi yang diperlukan janin dan Bunda. Bunda bisa membaca rekomendasi konsumsi kopi yang aman selama hamil di sini.

Agar Bunda tidak terbangun tengah malam karena lapar, jangan lupa makan malam. Atur makan malam jangan terlalu berdekatan dengan waktu tidur. Kunyah makanan dengan perlahan untuk mengurangi risiko heartburn. Hindari juga menyantap menu yang terlalu pedas, masam, atau berlemak agar asam lambung tidak meningkat.

Bila menjelang tidur Bunda masih merasa lapar, coba santap camilan yang mengandung protein tinggi seperti kacang edamame atau segelas susu hangat. Makanan yang tinggi protein dapat membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil sepanjang malam.  

Berolahraga ringan

Berolahraga saat hamil memberikan banyak manfaat untuk Bunda, di antaranya membuat Bunda lebih berenergi di siang hari dan membantu tidur lebih nyenyak di malam hari. Bunda dapat mencoba beberapa olahraga yang aman untuk ibu hamil seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga. Lakukan olahraga di pagi atau sore hari dan jangan mendekati waktu tidur supaya tubuh sempat relaks kembali.

Jaga suasana kamar tidur

Atur suhu di dalam kamar supaya tidak terlalu panas atau dingin. Matikan lampu atau redupkan cahaya di dalam kamar menjelang tidur untuk membuat tubuh lebih relaks. Usahakan kamar tetap hening dan hindari menyalakan televisi atau musik yang terlalu keras. Penggunaan aromaterapi dapat memberikan sugesti positif terhadap relaksasi tubuh bunda yang sedang hamil.

Bila Bunda masih mengalami susah tidur saat hamil, segera konsultasikan ke dokter, ya. Jangan abaikan gangguan tidur yang berkelanjutan saat hamil karena dapat berdampak pada kesehatan Bunda dan proses persalinan nanti.

Nah, Bunda ingin mengetahui informasi lainnya seputar kehamilan? Segera download aplikasi Sehati dan mari bergabung dengan Ibu Sehati di laman Facebook serta Instagram.

Referensi:

Kenali gejala tanda bahaya kehamilan untuk menjaga kesehatan kandungan Bunda.

Bunda yang sudah memasuki kehamilan trimester kedua biasanya sedang dalam masa paling nyaman menjalani kehamilan. Mual dan muntah umumnya tidak muncul lagi, risiko keguguran menurun, proses persalinan pun masih cukup jauh jangka waktunya.

Meski demikian, Bunda tetap perlu mewaspadai tanda bahaya kehamilan trimester 2 karena sejumlah komplikasi dapat muncul pada trimester 2. Kenali gejala-gejalanya dan cara mencegah komplikasi kehamilan trimester 2 dalam penjelasan berikut ini.

Pendarahan saat hamil

Keguguran tetap dapat terjadi pada trimester kedua, walaupun lebih jarang dibandingkan trimester pertama. Gejala pertama yang menunjukkan keguguran adalah pendarahan hebat disertai dengan kram pada rahim.

Keguguran pada trimester kedua atau terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu dapat disebabkan berbagai faktor, di antaranya:

  • Kelainan bentuk rahim. Rahim terbagi menjadi dua bagian yang dipisahkan oleh lapisan dinding otot atau jaringan ikat fibrosa (septum).
  • Inkompetensi rahim. Leher rahim terbuka terlalu cepat sehingga menyebabkan persalinan prematur.
  • Penyakit autoimun. Misalnya saja lupus atau skleroderma. Penyakit autoimun disebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel yang sehat.
  • Kelainan kromosom pada janin. Bila janin memiliki kelainan kromosom, kehamilan kerap berakhir dengan keguguran atau janin mengalami gangguan pertumbuhan.

Selain itu, pendarahan pada trimester kedua juga dapat disebabkan oleh persalinan prematur dan kelainan plasenta seperti plasenta previa dan solusio plasenta. Kondisi ini umumnya terjadi pada trimester 3, tapi juga bisa terjadi pada akhir trimester 2 kehamilan.

Persalinan prematur

Normalnya janin siap dilahirkan pada usia kehamilan 37—40 minggu, sehingga siap lahir di antara waktu tersebut. Namun, bila kurang dari usia 37 minggu sudah lahir, disebut lahir prematur.

Berbagai faktor penyebab persalinan prematur di antaranya adalah:

  • Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Kebiasaan merokok
  • Penyakit kronis seperti diabetes atau ginjal

Di samping itu, risiko persalinan prematur juga meningkat bila Bunda memiliki riwayat persalinan prematur sebelumnya, kehamilan kembar atau lebih dari dua janin, kelebihan air ketuban, serta infeksi pada kantong ketuban atau air ketuban.

Bunda perlu mengenali tanda-tanda persalinan prematur seperti: rasa mulas dan kontraksi yang teratur, jarak kontraksi yang semakin pendek dan intens, serta keluar lendir disertai darah dari vagina. Akan tetapi, persalinan prematur sering juga hanya menampakkan tanda-tanda seperti buang air kecil yang makin sering, kram pada vagina dan perut bagian bawah, vagina mengeluarkan banyak lendir, hingga nyeri punggung bagian bawah.  

Ketuban pecah dini

Semestinya ketuban pecah saat Bunda telah memasuki proses persalinan. Saat ketuban pecah sebelum waktunya, hal ini dapat membahayakan janin. Kantong ketuban melindungi janin dari bakteri. Karena itu saat ketuban pecah dini, janin dapat terkena infeksi.

Penyebab ketuban pecah dini masih belum diketahui secara jelas, namun seringkali disebabkan oleh infeksi pada kantong ketuban. Kondisi ini dapat menyebabkan persalinan prematur.

Gejala ketuban pecah dini adalah keluarnya cairan ketuban melalui vagina, bisa merembes sedikit-sedikit atau mengalir deras. Kadang Bunda yang mengalaminya mengira dia mengompol, padahal ketubannya pecah. Bedanya dengan urine, air ketuban tidak berwarna dan tidak berbau.

Gejala lain ketuban pecah dini di antaranya adalah:

  1. Merasa ingin buang air kecil terus
  2. Cairan vagina yang lebih banyak dari biasanya
  3. Pendarahan dari vagina
  4. Rasa nyeri atau kram pada panggul

Saat ketuban pecah dini di trimester 2, umumnya dokter akan melakukan tindakan untuk mencegah persalinan prematur seperti memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi, kortikosteroid untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin, serta obat-obatan untuk mencegah kontraksi.

Inkompetensi serviks

Salah satu tanda bahaya kehamilan trimester 2 yang perlu diwaspadai Bunda adalah inkompetensi serviks. Normalnya, saat kehamilan telah memasuki usia 37—40 minggu, serviks (leher rahim) mulai terbuka dan memendek agar bayi dapat keluar. Namun, jika serviks mengalami kondisi ini pada trimester 2 sebelum waktu persalinan, istilahnya disebut dengan inkompetensi serviks. Biasanya disebabkan faktor bawaan dan ketahuan setelah Bunda mengalami kelahiran prematur yang berulang kali.

Risiko inkompetensi serviks akan meningkat pada ibu hamil yang memiliki riwayat luka pada serviks, biopsi pada serviks, atau operasi lainnya pada serviks. Umumnya kondisi inkompetensi serviks tidak disertai rasa nyeri atau kontraksi, namun bisa disertai gejala pendarahan atau keluarnya lendir dari vagina.

Ultrasonografi dapat mendeteksi adanya inkompetensia serviks sebelum terjadinya kelahiran prematur, yaitu dengan pengukuran panjang serviks yang kurang dari 3.5 cm.

Bila Bunda terdiagnosa dengan inkompetensi serviks, upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kelahiran prematur adalah dengan mengikat leher rahim (cervical cerclage). Umumnya, pengikatan mulut rahim dilakukan pada usia kehamilan 14 minggu.

Preeklampsia

Preeklampsia umumnya terjadi setelah usia kehamilan 20 minggu. Kondisi ini biasanya ditandai dengan peningkatan tekanan darah, adanya protein pada urine, atau pembengkakan tiba-tiba pada wajah, tangan, atau kaki.

Selain itu, preeklamsia juga kerap ditandai dengan gejala sakit kepala yang tak kunjung reda bahkan setelah minum obat pereda nyeri, pandangan mengabur atau melihat bercak-bercak, nyeri hebat di bagian perut atau sisi kanan tubuh, dan gampang memar.

Jika Bunda mengalami salah satu dari tanda bahaya kehamilan trimester 2 di atas, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter akan mencari penyebabnya dan menentukan penanganan yang tepat agar kehamilan Bunda tetap sehat. 

Referensi:

Gallery Waktu Yang Tepat Untuk Tes Kehamilan

Mengenal Tanda Tanda Kehamilan Dari Telat Haid Hingga Mual

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan Tes Kehamilan

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan Tes Kehamilan

Telat Mens Berapa Harikah Waktu Yang Tepat Untuk Tespeck

Waktu Yang Tepat Gunakan Alat Tes Kehamilan Simak 6

Penjelasan Ketika Tes Kehamilan Negatif Tapi Hamil Ciri

Mulai Dari Kapan Waktu Terbaik Sampai Berapa Kali Mesti

Usia Kehamilan Berapa Minggu Bisa Terdeteksi Test Pack

Kapan Waktu Terbaik Menggunakan Test Pack Untuk Cek

Waktu Paling Pas Untuk Cek Hamil Atau Tidak

Prediksi Kehamilan Setelah Berhubungan Intim Berapa Lama

Kapan Baiknya Tes Kehamilan Usai Berhubungan Seks Health

Ketahui Waktu Yang Tepat Untuk Tes Kehamilan

Kenapa Ada Kehamilan Yang Tidak Terdeteksi Test Pack

Ingin Cek Kehamilan Kapan Waktu Yang Tepat Gunakan Test

Prinsip Kerja Alat Tes Kehamilan Doc

Tes Kehamilan Yang Wajib Anda Ketahui Selain Ciri Ciri

Cek Hamil Tak Perlu Tunggu Sampai Periode Haid Lho Moms

Telat Mens Berapa Harikah Waktu Yang Tepat Untuk Tespeck

Tips Dan Cara Menggunakan Test Pack Untuk Hasil Lebih Akurat

Kapan Sih Waktu Yang Tepat Melakukan Tes Kehamilan

5 Aplikasi Khusus Program Hamil Terbaik Yang Bakal Bantu

Inilah Waktu Yang Tepat Untuk Melakukan Tes Kehamilan Dini

2012 Ciricara Page 36

Tanda Kehamilan 1 Hari Bisakah Mama Rasakan


Belum ada Komentar untuk "Waktu Yang Tepat Untuk Tes Kehamilan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel