Cara Mengatasi Bab Keras Pada Anak



Bayi Juga Bisa Alami Sulit Bab Ini Cara Mengatasinya

Atasi BAB Keras Pada Bayi

Dewi Novianingsih May 23rd, 2014

Hari-hari Anda kini disibukkan dengan mengurus si Kecil. Tentu sangat menyenangkan melihat perkembangannya tiap bulan. Namun, akhir-akhir ini BAB si Kecil keras hingga membuatnya rewel.

Bayi Anda yang biasanya ceria, tiba-tiba berubah menjadi rewel dan menangis. Anda pun dibuat cemas dan mencari tahu penyebabnya. Ternyata, kerewelan si Kecil muncul ketika ingin buang air besar (BAB), si Kecil mengejan untuk buang air besar, terkadang diiringi dengan tangisan karena sakit. Situasi ini terjadi setiap kali bayi Anda buang air besar. Tidak hanya itu, dalam popoknya terlihat tekstur feses yang keras dan terkadang terlihat seperti batu kecil. Gejala ini menunjukkan bahwa bayi Anda mengalami konstipasi atau sembelit. Bayi yang mengalami konstipasi atau sembelit dengan feses keras, biasanya BAB-nya juga tidak teratur. Bisa dua hari atau tiga hari sekali baru BAB. Apalagi ketika feses bayi yang keras disertai bercak darah. Hal ini bisa terjadi karena anus si Kecil mengalami iritasi. Gejala lain yang bisa Anda perhatikan saat anak mengalami sembelit adalah kakinya diangkat-angkat ketika BAB.

Anda tentu bisa membayangkan rasa sakit yang dialami si Kecil yang masih bayi ketika BAB dengan feses keras dan susah untuk dikeluarkan. Jangankan bayi, orang dewasa saja akan merasakan sakit hingga keringat bercucuran.

Mengalami susah BAB dengan tekstur feses keras pada bayi umumnya terjadi saat ia mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa ini, tubuh bayi masih dalam proses penyesuaian dalam mengelola makanan yang baru saja dikenalkan kepadanya. Hal ini memang umum terjadi pada bayi, karena biasanya ia mengonsumsi ASI saja. Selain itu, adapun bayi yang mengalami susah BAB dengan feses keras bisa juga terjadi karena anak kurang minum air putih, mengonsumsi buah-buahan, dan kurang makan makanan berserat.

Lantas, bagaimana cara mengatasinya?

  1. Berikan ASI eksklusif pada bayi.

Sebelum bayi berusia 6 bulan, sebaiknya jangan memberi makanan padat. Feses pada bayi ASI, biasanya cair. Pemberian MPASI sebelum waktunya akan memicu sembelit pada bayi.

  1. Pemberian susu formula yang tepat.

Apabila si Kecil diberi susu formula, sebaiknya pilih susu formula yang tepat untuknya. Sebelum Anda memutuskan sufor apa yang tepat untuk bayi Anda, terlebih dahulu sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter atau ahlinya. Pemberian susu formula yang telalu kental atau terlalu encer, dapat memicu sembelit pada anak. Perhatikan instruksi pemberian susu formula yang tertera pada kemasan produk susu sebelum diberikan pada anak. Jika BAB anak keras setelah Anda berganti merek susu formula, lebih baik tidak diberikan lagi kepada anak Anda, dan segera konsultasikan masalah tersebut pada dokter anak Anda.

  1. Perhatikan cairan dan serat.

Si Kecil yang sudah mengonsumsi MPASI harus diperhatikan kebutuhan cairan dalam tubuhnya. Cairan dapat memperlancar proses pencernaannya, begitu pun serat yang terdapat pada sayuran dan buah-buahan. Cairan untuk si Kecil bisa didapatkan dari air putih, kuah sayuran, dan jus buah. Sementara serat, bisa diperoleh dari pure buah dan sayuran yang dimakannya. Sayuran berserat tinggi yang bisa Anda pilih sebagai menu MPASI anak seperti bayam, sawi, dan buncis.

  1. Hindari makanan padat pemicu sembelit.

Jika feses anak bertekstur keras dan membuatnya susah buang air besar, sebaiknya hindari dulu memberikan beberapa makanan padat sebagai pemicunya, seperti nasi, kentang, dan pisang. Berikan makanan lain yang dapat memperlancar BAB-nya, seperti pure sayuran, pure apel, pure pir, dan pure pepaya.

  1. Perhatikan nutrisi yang Anda konsumsi.

Bayi yang masih mendapatkan ASI akan mendapatkan nutrisi dari makan yang dikonsumsi oleh ibunya. Jika feses bayi bertekstur keras sementara masih menyusu, coba Anda perbanyak minum air putih dan makan makanan berserat, supaya feses bayi tidak lagi keras.

Bergerak ternyata bisa menyembuhkan susah BAB yang dialami oleh si Kecil. Baringkan bayi Anda di kasurnya, lalu biarkan ia menendang-nendang seperti gerakan mengayuh sepeda. Jika si Kecil sudah bisa merangkak atau berjalan, beri kesempatan kepadanya untuk bebas bergerak.

Apabila feses pada bayi tetap saja keras bahkan terjadi dalam waktu yang lama, segera bawa si Kecil ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Semoga bermanfaat ya Mam!

Gallery Cara Mengatasi Bab Keras Pada Anak

Kenali Penyebab Bab Keras Dan Keluar Darah Pada Balita

Stress Si Kecil Susah Bab Amalkan 5 Jurus Jitu Cara

Bayi Bunda Sembelit Susah Bab Atasi Tanpa Obat Hanya

Atasi Konstipasi Pada Anak Halaman All Kompasiana Com

Duh Ternyata Ini Penyebab Kenapa Bab Bayi Berdarah

Obat Pencahar Untuk Anak Yang Sembelit Mana Yang Aman

Obat Bab Keras Berlendir Dan Berdarah Nidi Arindi Medium

Cara Mengatasi Sembelit Efektif Dan Aman Honestdocs

Tak Perlu Panik Bab Keras Sangat Wajar Saat Bayi Dikenalkan

Alasan Bayi Asi Susah Buang Air Besar Semua Halaman Nakita

Bunda Kenali Penyebab Bab Berdarah Pada Bayi Dan Cara

Feses Keras Dan Bulat Susah Keluar Sembelit Bab Jagad Id

Bayi Susah Buang Air Besar Bab Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Bunda Ini Tips Ampuh Mengatasi Sembelit Pada Anak Milna

Cara Melancarkan Bab Pada Bayi Mengatasi Bab Bayi Keras

8 Jenis Buah Yang Ampuh Meredakan Konstipasi Bayi Popmama Com

Cara Melancarkan Bab Pada Bayi Mengatasi Bab Bayi Keras

Ini 3 Cara Jitu Ketika Bunda Mengatasi Sembelit Pada Anak

Cara Mengatasi Dan Obat Sembelit Anak Yang Efektif Alodokter

Cara Mengatasi Bab Keras Berlendir Dan Berdarah Secara

Cara Mengatasi Konstipasi Pada Anak Anak Sembelit Susah

Mengatasi Sembelit Pada Bayi Yang Asi Eksklusif Hello Sehat

Cara Cepat Mengatasi Bab Keras Pada Bayi

Susah Buang Air Besar Bab Pada Anak 3 4 Tahun Informasitips

Apa Yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Balita Mengalami

Cara Mengatasi Bab Keras Pada Anak 1 Tahun

Cara Mengatasi Perut Kembung Pada Bayi Alodokter


Belum ada Komentar untuk "Cara Mengatasi Bab Keras Pada Anak"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel